Masyarakat Cium Bau “Korupsi” Dana Desa Dahana Tabaloho Gunungsitoli

Kontroversi mengepung Desa Dahana Tabaloho, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, terkait pembagian bantuan bibit ayam kampung kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Masyarakat Cium Bau "Korupsi" Dana Desa Dahana Tabaloho Gunungsitoli [Ilustrasi/Indosiana]

Indosiana.com – Kontroversi mengepung Desa Dahana Tabaloho, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, terkait pembagian bantuan bibit ayam kampung kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Protes keras muncul dari KPM, yang menduga adanya penyalahgunaan dana Dana Desa (DD) tahun 2023, Jumat (10/11/2023) tempo hari.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMDK) Gunungsitoli, Peniel Harefa merespons protes tersebut dengan menginstruksikan Camat Gunungsitoli untuk melakukan monitoring dan klarifikasi segera.

“Kami akan memantau dan mengklarifikasi informasi dari masyarakat terkait isu ini,” tegas Peniel.

Peniel menjelaskan bahwa perlu ada laporan tertulis mengenai hasil monitoring dari Kecamatan sebelum dapat mengambil tindakan selanjutnya.

“Kami harus pastikan kebenaran informasi terlebih dahulu sebelum melakukan langkah evaluasi,” ungkapnya menambahkan.

Pihaknya menegaskan bahwa jika terbukti adanya penyelewengan anggaran, masalah tersebut akan langsung diserahkan kepada Inspektorat Kota Gunungsitoli untuk dilakukan audit.

“Jika ada indikasi penyelewengan, kami akan limpahkan ke Inspektorat agar segera diaudit,” ungkap Peniel.

Sementara itu, Camat Gunungsitoli, Wahyu F Gulo belum bisa memberikan konfirmasi terkait hasil monitoring di Desa Dahana Tabaloho.

Saat diminta klarifikasi, camat mengatakan tidak ada waktu. Protes masyarakat terhadap pembagian bantuan bibit ayam kampung di Desa Dahana Tabaloho mencuat setelah sebelumnya muncul keluhan terkait transparansi dan ketidakjelasan dalam proses tersebut. [*]