Nasrul Abit: Jaga Masyarakat Sumbar dari COVID-19, Kita Perketat Jalur Darat

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Nasrul Abit: Jaga Masyarakat Sumbar dari COVID-19, Kita Perketat Jalur Darat

21 March 2020 13:46 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 39 kali

Indosiana - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kini memprioritaskan pencegahan melalui jalur darat. Untuk jalur laut dan upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Coronavirus (COVID-19) di Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM) sudah optimal.

Kendaraan berplat nomor yang bukan berasal dari Sumatera Barat di stop. Suhu tubuh seluruh penumpang dicek untuk memastikan tidak terpapar Coronavirus (COVID-19).

“Bahwa kita sekarang harus mengawasi masyarakat kita yang datang dari luar provinsi Sumbar melalui jalur darat. Sejak sore kemarin hingga malam tadi, kita sudah pantau dan cek suhu tubuh masyarakat yang datang dari Pekanbaru. Ini upaya kita mencegah wabah corona masuk ke Sumbar,”kata Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Sabtu 21 Maret 2020 di sela - sela pemantauan di daerah kelok  sembilan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Nasrul Abit menyebutkan, untuk daerah Kabupaten Limapuluh Kota, sudah cukup siap. Bahkan, di Pangkalan sudah ada posko. Nanti, seluruh kendaraan yang datang dari arah Pekanbaru menuju Sumbar akan di stop. Mereka akan dijelaskan tentang adanya pemeriksaan. Seluruh, penumpangnya akan di cek suhu tubuh menggunakan thermo gun (alat pengecekan suhu tubuh, yang dipegang tangan -red).

Jika ada yang suhu tubuhnya di atas normal, maka akan segera diisolasi ke kendaraan ambulance dan dibawa ke Rumah Sakit rujukan COVID-19 Ahmad Mukhtar (RSAM) kota Bukittinggi.

Meski belum ada ditemukan satupun kasus positif COVID-19 di Sumatera Barat, namun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tetap meningkatkan penanganan dan pencegahan agar wabah corona tidak menyebar ke Ranah Minang. Salah satunya, dengan cara meningkatkan pengawasan diseluruh pintu masuk. 

“Kita tetap mewaspadai corona ini. Kalau daftar orang dalam pemantauan, sekarang turun dari angka ribuan menjadi 102 orang. Karena, sudah melewati 14 hari. Kalau yang positif belum ada,” tutup Nasrul Abit yang terus fokus mengawasi hasil kesepakatan pemerintah di lapangan.(*)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari