Wagub Sumbar Dukung Hand Sanitizer Racikan Akademisi Sumbar

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Wagub Sumbar Dukung Hand Sanitizer Racikan Akademisi Sumbar

19 March 2020 14:52 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 35 kali
Indosiana - Sumatera Barat tidak panik akibat kelangkaan hand sanitizer. Pasalnya, negeri yang memiliki banyak laboratorium, baik SLTA, Kampus dan swasta langsung melakukan produksi.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit di laboratorium LLDIKTI Wilayah X.

“Saya check di beberapa laboratorium, hasil produksinya bagus - bagus. Bahkan pakai varian produk,” kata Nasrul Abit.

Turut Hadir kepala LLDIKTI Wilayah X, Prof. Heri, sekretaris, Yandri dan pimpinan serta seluruh analis labor. Di hadapan mereka dan media Wagub merasa bangga masyarakat Sumbar, termasuk akademisi secara bersama bergerak sesuai potensi masing - masing  waspada menghadapi virus corona. 

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sedang berupaya mendorong pihak terkait untuk memproduksi hand sanitizer dalam jumlah atau skala yang besar, agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kita akan dukung kebutuhan bahan, agar bisa diproduksi dalam jumlah banyak,”ujar Nasrul Abit.

Irna Humaira, seorang Analisis laboratorium Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah X menyebutkan, keistimewaan hand sanitizer yang dihasilkan oleh tim adalah, adanya penambahan ekstrak minyak atsiri jeruk. Ekstrak minyak atsiri jeruk itu sebagai aroma wewangian dan sekaligus meminimalisir bau alkohol yang cukup menyengat.

“Saat ini kita baru produksi untuk ruang lingkup LL Dikti wilayah X saja. Tapi, jika ada permintaan untuk produksi dalam jumlah banyak, kami siap. Kita sudah diminta untuk mematenkan hasil ini. Tapi, kami tidak mau. Malah kami bagi saja formula ini kepada siapa yang membutuhkan. Semakin banyak yang memproduksi, semakin baik,” tutup Irna Humaira.

Nasrul Abit juga memastikan jika produksi dalam jumlah besar akan dilakukan di laboratorium biomedik milik fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand).

Disamping itu, Pemprov Sumbar dan  Universitas Andalas khususnya Fakultas Kedokteran, fokus berupaya membangun laboratorium khusus uji sampel coronavirus.

“Surat izinnya sudah ditandatangani gubernur dan kita kirimkan ke laboratorium Kemenkes. Kita didukung Andre Rosiade, anggota DPR - RI di Jakarta yang sudah menghubungi Menkes ,”kata Nasrul Abit. (*)

KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari