7 Nama-Nama Penyakit Kulit Menular, Waspadai Penyebabnya

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

7 Nama-Nama Penyakit Kulit Menular, Waspadai Penyebabnya

27 December 2019 15:59 | • Wartawan : redaksi • Editor : • Dibaca : 18 kali
Indosiana - Beberapa masalah kulit merupakan kondisi ringan dan tidak menular. Namun, beberapa nama-nama penyakit kulit dapat menyebar dengan penularan dari satu orang ke orang lain.

Penyakit kulit dapat ditandai dengan ruam, bentol, dan variasi lainnya. Mengetahui nama-nama penyakit kulit mana yang menular dan tidak menular dapat meningkatkan kewaspadaan. Nama-nama penyakit kulit ini bisa disebabkan berbagai faktor mulai dari kondisi autoimun, virus, jamur, hingga infeksi.

Beberapa nama-nama penyakit kulit mungkin tidak memerlukan perawatan dan akan sembuh dengan sendirinya. Namun, pada kasus lain, nama-nama penyakit kulit tertentu memerlukan perawatan intensif.

Berikut nama-nama penyakit kulit yang menular seperti dilansir dari Liputan, Jumat (27/12/2019).

1. Herpes

Herpes adalah infeksi yang disebabkan oleh HSV (virus herpes simpleks). Virus ini mempengaruhi genitalia eksternal, daerah anus, permukaan mukosa, dan kulit di bagian lain tubuh.

Ketika HSV hadir di permukaan kulit orang yang terinfeksi, HSV dapat dengan mudah ditularkan ke orang lain melalui kulit lembab yang melapisi mulut, anus, dan alat kelamin. Virus ini juga dapat menyebar ke individu lain melalui area kulit lain, serta mata.

Seseorang yang tertular herpes akan mengalami lepuh di sekitar mulut, alat kelamin, atau dubur. Infeksi herpes di wajah atau mulut dikenal sebagai herpes oral atau luka dingin. Herpes oral dapat menyebar melalui sesuatu yang sederhana seperti ciuman.

2. Cacar air

Cacar air merupakan macam-macam penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi virus Varicella-zoster (VZV). Cacar air juga dikenal sebagai varicella ditandai dengan lepuh merah gatal yang muncul di seluruh tubuh. Virus ini rentan menyerang anak di bawah usia 12 tahun.

Cacar air adalah salah satu penyakit paling menular. Orang yang belum pernah menderita cacar air dan belum pernah divaksinasi berisiko paling tinggi terinfeksi.

Biasanya, seseorang hanya bisa mengalami satu kali infeksi cacar air. Sangat jarang seseorang mengalami infeksi cacar air lebih dari sekali. Cacar air umumnya ringan, terutama pada anak-anak. Tetapi dalam kasus yang parah, lepuh dapat menyebar ke hidung, mulut, mata, dan bahkan alat kelamin.

3. Herpes zoster

Herpes zoster pada orang dewasa disebabkan oleh virus varicella-zoster, yang merupakan virus yang sama yang menyebabkan cacar air pada anak-anak. Jika seseornag sudah terkena cacar air, virus dapat menyebabkan ruam menyakitkan berisi cairan yang melepuh muncul di satu sisi wajah atau tubuh.

Herpes zoster biasanya mempengaruhi satu sisi tubuh. Ini paling sering adalah pinggang, dada, perut, atau punggung. Gejala juga dapat muncul di wajah dan di mata, mulut, telinga. Virus ini juga dapat memengaruhi beberapa organ internal.

Herpes zoster dapat menular melalui cairan lepuh yang berisi virus. Herpes zoster tidak menyebar melalui batuk atau bersin. Oleh karena itu, menutupi lepuh mengurangi risiko penularan.

4. Scabies

Scabies atau kudis disebabkan oleh tungau kecil yang menggali ke dalam kulit dan bertelur di dalamnya. Ini menyebabkan rasa gatal yang hebat dan ruam yang terlihat seperti jerawat yang kemudian mengkerut.

Kudis ditularkan melalui kontak kulit ke kulit yang berkepanjangan. Makhluk kecil penyebab scabies menyebar dengan mudah di ruang tamu yang penuh sesak, menyentuh kulit orang lain yang terinfeksi, dan dari pakaian, seprai, dan perabotan.

5. Ringworm

Ringworm atau kurap disebabkan oleh jamur. yang hidup dari kulit mati, rambut, dan jaringan kuku. Ini dimulai sebagai bercak merah, bersisik atau benjolan. Kemudian muncul cincin merah gatal. Cincin memiliki batas terangkat, lepuh, atau bersisik.

Kurap dapat menyebar melalui kontak kulit ke kulit. Anda dapat mengontraknya dengan menyentuh benda yang terkontaminasi, seperti aksesori rambut, pakaian, atau handuk. Penyakit kulit ini juga dapat menular dari hewan ke manusia


6. Impetigo

Impetigo terutama menyerang bayi dan anak-anak, meski orang dewasa juga bisa berisiko. Biasanya penyakit kulit ini menyebabkan luka merah muncul di sekitar hidung dan mulut. Luka bisa pecah atau berkerak.

Penyakit kulit ini mudah disebarkan dengan sentuhan, baik dari luka langsung atau barang yang disentuh, seperti pakaian dan mainan. Impetigo sangat menular dan dapat diatasi dengan pemberian antibiotik.

7. Kusta

Kusta adalah infeksi bakteri progresif kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini terutama mempengaruhi saraf ekstremitas, kulit, lapisan hidung, dan saluran pernapasan bagian atas. Kusta menghasilkan borok kulit, kerusakan saraf, dan kelemahan otot.

Diperkirakan bahwa kusta menyebar melalui kontak dengan sekresi mukosa dari seseorang yang terinfeksi. Ini biasanya terjadi ketika seseorang dengan bersin atau batuk. Penyakit ini sebenarnya sulit menular, tapi kontak yang dekat dan berulang dengan orang yang tidak diobati untuk jangka waktu yang lebih lama dapat menyebabkan tertularnya kusta.(*)

KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari