Lansia Tewas Terperosok Tanah Ambles Saat Banjir Bukittinggi

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Lansia Tewas Terperosok Tanah Ambles Saat Banjir Bukittinggi

20 December 2019 20:38 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 17 kali
Indosiana -Seorang lansia bernama Armusri (64) terperosok ke tanah ambles akibat longsor di bahu jalan By Pass, Gulai Bancah. Banjir melanda Kota Bukittinggi Sumatera Barat pada Kamis (19/29/2019).

Korban ditemukan meninggal dunia pada Jumat (20/12/2019) sekitar pukul 13.45 WIB oleh tim gabungan pada kedalaman tujuh meter. Evakuasi korban banjir yang terjatuh ke dalam lubang akibat tanah ambles usai hujan lebat dengan intensitas tinggi mengguyur kota wisata tersebut memakan waktu cukup lama.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bukittinggi, Ibentaro Samudra kepada Liputan6.com, Jumat (20/12/2019) mengatakan kejadian tersebut terjadi saat korban hendak pergi salat Subuh lalu terperosok ke dalam lubang.

Proses evakuasi pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bukittinggi ini memakan waktu yang cukup lama dengan mengerahkan tiga unit eskavator, ujarnya.

Jenazah korban kini sudah dibawa ke rumah duka. Isak tangis keluarga pecah saat mayat korban ditemukan tim gabungan, dan langsung dibawa menggunakan ambulan.

Ibentaro mengatakan, hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Bukittinggi tadi malam berdampak pada 128 unit rumah atau 147 Kepala Keluarga, dan 100 unit ruko di sembilan kelurahan akibat maluapnya drainase.

"Meski saat ini air sudah mulai surut, namun beberapa titik masih ada rumah warga yang digenangi air," katanya.

Pihaknya sudah menurunkan alat untuk menyedot air untuk percepatan penyusutan air.(*)

KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari