Cara Cepat Mengatasi Gejala Syaraf Terjepit Di Leher

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Cara Cepat Mengatasi Gejala Syaraf Terjepit Di Leher

17 December 2019 20:38 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 43 kali
Indosiana - Kebiasaan milenial dalam menggunakan teknologi smartphone, laptop dan komputer untuk bekerja maupun berkomunikasi dapat mengganggu kesehatan tubuh bagian leher.

Posisi leher yang salah saat menggunakan perangkat elektronik dapat memicu terjadinya nyeri pada tengkuk atau leher serta kesemutan yang menjalar dari bahu hingga tangan yang terkadang dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Salah satu penyakit yang sering dialami oleh pekerja yang menggunakan laptop atau komputer adalah HNP (Herniated Nucleus Pulposus). Keadaan ini merupakan penonjolan bantalan sendi daerah leher yang dapat menyebabkan terjadinya jepitan syaraf leher.

Gejala syaraf terjepit di leher meliputi nyeri pada tengkuk atau bagian belakang kepala, nyeri pada belikat, kesemutan yang menjalar dari leher ke tangan, baal di tangan, atau bahkan hingga kelemahan pada bahu, siku, maupun jari.

Pada tahap jepitan yang lebih lanjut, dapat ditemukan keluhan "myelopathy" meliputi gangguan keseimbangan, gangguan koordinasi gerak halus (seperti mengancing baju, menggunakan sendok, sering menjatuhkan barang), hingga kelumpuhan.

Dilansir dari liputan6, ada dua cara mengatasi HNP cervical atau syaraf terjepit di leher yakni terapi konservatif (tanpa operasi) dan operasi.

1. Terapi Konservatif

Terapi konservatif harus diusahakan terlebih dahulu selama 4-6 minggu, karena 80 persen gejala syaraf terjepit dapat hilang dengan terapi konservatif yang meliputi obat, fisioterapi, akupuntur, injeksi, dan perbaikan posisi kerja.

2. Operasi Teknik Endoskopi

20 Persen kasus syaraf terjepit perlu tindakan operasi. Indikasi operasi pada kasus ini antara lain jika terapi konservatif sudah gagal, nyeri yang ditimbulikan sangat hebat sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sudah terjadi kelemahan anggota gerak atas, dan/atau terdapat gejala myelopathy.

Pilihan operasi pada syaraf terjepit bermacam-macam. Saat ini dengan perkembangan teknologi kedokteran, operasi syaraf terjepit dapat dilakukan dengan teknik endoskopi yang disebut dengan Percutaneous Endoscopic Cervical Decompression (PECD), yang dapat dilakukan dari depan leher (anterior) atau pun dari belakang leher (posterior) tergantung lokasi tonjolan bantalan sendi.

Teknik endoskopi merupakan teknik minimal invasive yang hanya memerlukan sayatan kecil sekitar 6mm, menggunakan alat endoskopi berupa tabung yang dihubungkan dengan kamera dan monitor. Sehingga syaraf dapat terlihat sangat jelas, waktu operasi singkat sekitar 30 menit, dapat dilakukan secara one day care atau tanpa rawat inap, dan waktu untuk kembali beraktivias kembali sangatlah singkat.

Teknik endoskopi juga dianggap lebih aman dan mampu meminimalisir risiko terjadi kelumpuhan yang selama ini banyak dikhawatirkan pasien syaraf terjepit.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai gejala dan cara penanganan syaraf terjepit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi dan traumatologi. Salah satu dokter yang bisa Anda kunjungi adalah dr. Harmantya Mahadhipta, Sp.OT (K) Spine di Rumah Sakit EMC Tangerang.  Dokter Harmantya adalah dokter spesialis yang berpengalaman dalam melakukan bedah orthopedi dan traumatologi yang berpraktik pada hari Senin dan Selasa pukul 15.00 – 17.00 Wib.(*)
(*)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari