Bahaya Mengintai di Balik Mesin Pencari Google dkk

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Bahaya Mengintai di Balik Mesin Pencari Google dkk

16 December 2019 20:35 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 30 kali
Indosiana - Mesin pencari seperti Google, Yahoo, Bing, Baidu, dan lainnya merupakan layanan yang paling banyak dipakai oleh pengguna Internet di dunia. Setiap tahun, tren yang dicari pengguna internet selalu mengalami perubahan, mulai dari tokoh yang menginspirasi, selebritas, topik, hingga berita menarik lainnya.

Bahkan di Indonesia sendiri, tokoh masyarakat dan fenomena kekinian tidak lepas dari beberapa pencarian yang paling digemari.

Seiring dengan tren tersebut Kaspersky sebagai perusahaan keamanan siber yang ingin menerapkan perubahan dari pola keamanan siber menjadi kekebalan siber (cyber security to cyber immunity) kepada masyarakat luas, memberikan imbauan dan mengingatkan para pengguna bahwa pencarian web harus tetap dilakukan dengan hati-hati.

Oleg Kupreev Malware Analyst di Kaspersky mengatakan mesin pencari adalah teknologi hebat yang secara dramatis telah mengubah pengalaman pengguna dalam mengakses informasi.

"Namun, sebagai perusahaan keamanan siber. kami harus tetap memperingatkan pengguna untuk tetap berhati-hati bahkan ketika melakukan pencarian di sumber tepercaya," ujar Kupreev melalui keterangannya, Senin (16/12/2019),

Ia mengungkap, permintaan pencarian populer sering disalahgunakan oleh pelaku kejahatan siber, yang menerapkan apa yang disebut teknik 'SEO black-hat'.

"Ini melibatkan pengubahan konten dan deskripsi situs web berbahaya yang mereka miliki, sehingga nampak lebih atas pada halaman hasil pencarian," paparnya.

Situs web semacam itu, Kupreev melanjutkan, dapat ditemukan di tempat ketiga atau keempat dalam daftar hasil pencarian.

"Metode ini masih digunakan secara aktif oleh pelaku kejahatan siber, meskipun efisiensinya telah berkurang berkat banyak mesin pencari yang berjuang melawan kegiatan 'SEO black-hat' tersebut dan upaya mereka dalam melindungi pengguna dari konten berbahaya," ucapnya menambahkan.

Kupreev memberikan contoh, laporan Kaspersky tentang serangan siber pada pengguna situs web konten dewasa menunjukkan lebih dari satu juta pengguna telah dicegah oleh produk perusahaan dari upaya infeksi malware dari top 100 situs porno tingkat atas di 2017, dengan 658.930 pengguna terinfeksi pada 2018.

"Agar tetap aman saat melakukan pencarian di web, kami sarankan kamu menggunakan solusi keamanan tepercaya dan menghindari untuk mengklik situs web yang mencurigakan dan tidak dikenal melalui mesin pencari," pungkasnya.(*)

KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari