Ini 5 Tips Berhenti dari Kebiasaan Makan Berlebihan

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Ini 5 Tips Berhenti dari Kebiasaan Makan Berlebihan

16 December 2019 20:32 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 25 kali
Indosiana - Makan berlebihan tentu tidak baik untuk kesehatan. Hal inni karena makan berlebihan bisa berdampak terhadap kenaikan berat badan yang menjadi faktor berbagai penyakit.

Makan berlebihan bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Bisa karena terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji, atau menjadikan makanan sebagai pelarian saat emosi sedang tidak stabil. 

Berikut tips dari McKel Hill seorang pendiri Nutrition Stripped yang dilansir dari Healthline untuk berhenti dari kebiasaan kalap makan :

1. Mengubah pola pikir 

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan orang ketika ingin diet sehat adalah menghilangkan makanan tidak sehat dari daftar diet. Sejujurnya, pendekatan seperti itu sama sekali tidak akan membuat seseorang berhasil beralih ke diet sehat karena sering tidak berkelanjutan. 

Ahli gizi, Mckel Hill percaya bahwa mencoba menerapkan pola makan yang seimbang adalah solusi terbaik. Tidak perlu menghindari makanan favorit yang mungkin kurang sehat.

Jika makaroni dan keju adalah makanan favorit Anda, berikan sentuhan sehat caranya mengganti keju dengan saus keju mete untuk mengurangi lemak jenuh. Ganti mentega dengan minyak zaitun atau rumput laut.

Terapkan hal itu hari demi hari dan tetapkan target realistis yang bisa dicapai. Mungkin bisa memulai dengan sarapan sehat atau mencobanya satu kali dalam seminggu. Melalui cara ini Anda dapat mengukur kemajuan setiap hari hingga benar-benar berhasil menghilangkan kebiasaan makan berlebihan.

2. Isi makanan kaya serat

Ada sejumlah alasan mengapa Anda tidak pernah merasa puas atau kenyang setelah mengonsumsi makanan manis dan berlemak dengan kalori kosong. Makanan-makanan tersebut kurang serat dan protein. Karena makanan kaya serat dan protein akan membuat kadar gula darah Anda stabil dan mengurangi rasa lapar.


Ketika Anda mengonsumsi makanan kaya serat, seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan dan protein nabati lainnya, maka perut akan terisi dengan cepat serta tetap kenyang lebih lama. 

3. Merencanakan pola makan

Ahli gizi McKel Hill memberikan saran untuk merencanakan pola makan dengan membuat daftar hidangan yang ingin Anda konsumsi selama seminggu. Tulis daftar belanja makanan dan bahan-bahan yang Anda butuhkan.

Membuat daftar belanja akan menghindari kebiasaan berkeliaran tanpa tujuan di toko yang dapat menggoda Anda membeli makanan tidak sehat yang tak perlu dibeli.
4. Menulis di buku catatan

Menulis buku catatan adalah cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan stres, menetapkan tujuan hingga menciptakan kesadaran. Jadikan buku catatan sebagai kesempatan untuk mengutarakn perasaan saat makanan tidak sehat mulai menggoda kembali.


Tulis juga langkah kecil apa yang Anda ambil setiap hari dan tantangan dalam rangka tobat dari kebiasaan makan berlebihan. Cara ini membuat Anda akan menyadari apa yang memicu kalap makan dan mencegahnya.

5. Berolahraga

Nutrisi dan kebugaran berjalan beriringan. Anda tidak dapat memiliki kesehatan yang baik tanpa keduanya, itulah sebabnya memasukkan olahraga ke dalam rutinitas sangat penting.

Ketika terjebak dalam pola makan berlebihan, metabolisme Anda melambat dan tubuh tidak dapat menggunakan energi secara efisien karena mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang digunakan. Berolahraga dapat meningkatkan metabolisme tidak hanya untuk membakar kalori, tetapi juga melatih tubuh menggunakan karbohidrat secara efisien dan menggunakan lemak sebagai bahan bakar.

KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari