Jangan Lakukan 7 Kebiasaan Buruk Ini Agar Terhindar Dari Serangan Jantung

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Jangan Lakukan 7 Kebiasaan Buruk Ini Agar Terhindar Dari Serangan Jantung

21 November 2019 21:58 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 64 kali
Indosiana - Serangan jantung adalah kondisi di mana jantung kehilangan oksigen lantaran adanya sumbatan mendadak di arteri yang memberikan suplai darah untuk jantung. Ada beberapa jenis pembuluh darah di tubuh manusia, salah satunya arteri.

Fungsi utama arteri untuk mendistribusikan darah ke seluruh tubuh. Arteri berperan sangat penting untuk saluran darah, sehingga mengharuskan kondisinya dalam keadaan terbuka.

Namun, ada beberapa kondisi yang membuat arteri menjadi tersumbat dan membuat darah tidak dapat mengalir, termasuk ke jantung. Kondisi inilah yang membuat jantung berhenti seketika.

Salah satu penyebab arteri tersumbat adalah kebiasaan buruk yang sering dilakukan sehingga membuatnya muncul plak. Pada keadaan plak tidak stabil, membuat permukaan plak dapat robek sehingga tubuh berusaha menutupnya dengan membuat gumpalan darah.

Gumpalan darah inilah yang menimbulkan sumbatan total atau sebagian pada arteri koroner. Akibatnya, arteri koroner tidak dapat mengalirkan darah kaya oksigen ke jantung sehingga dinamakan serangan jantung.

Berikut ada tujuh kebiasaan buruk penyebab serangan jantung yang dilansir dari Liputan6.com yang dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (21/11/2019).

1. Merokok

Tembakau pada rokok dapat merusak jantung dan pembuluh darah, yang meningkatkan risiko penyakit jantung seperti aterosklerosis dan serangan jantung.

Nikotin pada rokok juga meningkatkan tekanan darah dan karbon monoksida yang mengurangi jumlah oksigen ke dalam darah. Selain perokok aktif, perokok pasif juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

2. Minum Alkohol

Minum alkohol terlalu banyak juga dapat meningkatkan kadar tekanan darah dan risiko penyakit jantung. Kandungan pada alkohol dapat meningkatkan kadar trigliserida, yang merupakan bentuk kolesterol yang dapat mengeraskan arteri.

Seseorang dianjurkan untuk mengonsumsi tidak lebih 1 gelas per hari untuk wanita dan tidak lebih dari 2 gelas per hari untuk pria.  

3. Kelebihhan Berat Badan

Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Cobalah untuk makan lebih sedikit, menghindari porsi makan terlalu besar, dan mengganti minuman manis dengan air mineral.

Reynolds selaku Associate Director dari Cardiovascular Clinical Research Center di NYU menyarankan untuk mengurangi ukuran porsi untuk konsumsi karbohidrat berkalori tinggi. 

4. Makan Daging Merah

Mengonsumsi daging merah terlalu sering sangat tidak dianjurkan. Hal ini dikarenakan daging merah mengandung banyak lemak jenuh. Tidak hanya itu, daging olahan seperti bacon dan hot dog terbukti meningkatkan risiko penyakit kanker kardiovaskular dan kanker kolorektal

5. Duduk Terlalu Lama

Duduk berlama-lama atau berjam-jam dapat meningkatkan risiko jantung dan stroke. Kondisi ini juga dapat terjadi pada mereka yang berolahraga secara teratur sekalipun, khusus mereka yang olahraganya terputus-putus.

Hal ini dikarenakan kurangnya gerakan dapat memengaruhi kadar lemak dan gula dalam darah. Reynolds menyarankan untuk berjalan-jalan secara berkala dan menyempatkan berdiri saat terlalu lama duduk.

6. Depresi

Apabila kamu terbiasa depresi atau stres, kamu perlu menghindari kebiasan buruk itu sedini mungkin. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan jantung kamu.

Kata Reynolds, orang yang cenderung mudah stres berada dalam kondisi bahaya. Penelitian telah menunjukkan bahwa perlu tertawa dan mendapat dukungan sosial untuk mencegah serangan jantung.

7. Mendengkur

Mendengkur dapat menjadi tanda dari sesuatu yang lebih serius, yang disebut Obstructive Sleep Apnea Syndrome. Gangguan ini ditandai dengan napas yang terganggu selama tidur dan menyebabkan tekanan darah meroket tinggi.(*)

KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari