Para Pelajarpun Ikut Turun ke Jalan

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Para Pelajarpun Ikut Turun ke Jalan

26 September 2019 10:22 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 14 kali
Indosiana — Sehari setelah para mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya melakukan aksi di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta. Kini, giliran para pelajar melakukan aksi dengan tuntutan dan di lokasi yang sama, Rabu (25/9/2019). 

Sejak Rabu pagi, bahkan tagar #STMMelawan #STMBergerak, dan sejumlah tagar lainnya mendominasi trending Twitter Indonesia. Sejumlah video dan foto di Twitter yang menggambarkan para pelajar STM yang turut melakukan aksi demo bersama mahasiswa. Seorang pengguna Twitter bernama Andri Prasetiyo yang mengunggah foto gerombolan anak STM tersebut, mengatakan, peristiwa itu terjadi di daerah seputar Jembatan Slipi, Jakarta Pusat.

"Saya di lokasi sejak pagi dan saya yang mengambil gambar itu. Itu kejadiannya di jembatan setelah Jembatan Slipi arah DPR," ucap Andri saat dilansir dari Kompas.

Menurut Andri, gerombolan pelajar STM mengikuti aksi demo sejak Selasa (23/9/2019) sekitar pukul 16.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Salman Al Fathan dari Bem FISIP UI membenarkan soal gerombolan anak STM yang turut serta melakukan aksi demo. 

"Mereka datang di daerah sekitar JPO yang deket gerbang DPR sebelah kanan," ujar Salman. 

Menurut Salman, gerombolan pelajar STM tersebut datang secara bersamaan dan ada pula yang menyusul kemudian. "Saya salut sama mereka. Ini tandanya mereka ikut peduli dengan apa yang terjadi dengan negara ini. Sayangnya, mereka tidak dalam koordinasi dengan koordinator lapangan sehingga ada sedikit keributan juga," ujar dia. 

Aksi para pelajar masih terus berlangsung hingga Rabu. Sejak pagi bahkan hingga Rabu petang, aksi para pelajar ini masih terus berlangsung. Massa masih ada yang bergerak ke Gedung DPR.

Sekelompok pelajar menyanyikan yel-yel saat melakukan konvoi dengan berjalan kaki di Jalan Gatot Subroto pukul 18.20 WIB. Mereka mengaku dari STM kawasan Jabodetabek dan menuju ke Gedung DPR RI. Spanduk bertuliskan kritik terhadap DPR turut mereka bawa. Polisi yang berjaga di depan Markas Polda Metro Jaya tak menghalangi rombongan pelajar ini melintas. 

Sekitar pukul 21.45 WIB, terjadi bentrok antara polisi dan pelajar yang berkonsentrasi di bawah Jembatan Slipi, Jalan S Parman, Jakarta Barat. Sementara, massa masih terus berdatangan dari arah Grogol dan berkumpul di atas Jembatan Slipi. Sebelumnya, mereka memblokade jalan tol. 

Para pelajar ini melempar batu dan petasan ke arah aparat kepolisian. Gas air mata pun ditembakkan polisi ke arah massa. Polisi menyatakan akan menangkap para pelajar yang tak mau membubarkan diri. Hingga pukul 22.00 WIB, polisi telah menangkap 570 pelajar. Ratusan pelajar yang diamankan ini menjalani pembinaan di Polda Metro Jaya. Sebagian di antaranya telah dijemput oleh orangtua mereka.

Merespons turunnya para pelajar untuk mengikuti aksi, Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengeluarkan instruksi. Kepala sekolah dan pengawas sekolah diminta mengantisipasi para siswanya agar tidak melakukan aksi unjuk rasa. 

"Sehubungan dengan aktivitas demonstrasi oleh massa, mohon untuk mengantisipasi kegiatan para peserta didik sekolah masing-masing yang mengarah atau berpotensi pada kegiatan pengerahan massa," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta Susie Nurhati melalui keterangan tertulis, dikutip dari Kompas.

Sekolah diminta mengarahkan dan membimbing siswa untuk tidak terlibat kegiatan yang mengganggu ketertiban umum serta tindakan anarkistis yang merusak fasilitas masyarakat. 

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Psikologi UGM Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D menilai, turunnya para pelajar ini mengikuti merupakan konformitas dengan teman pergaulannya. Aksi ini terjadi atas nama solidaritas dan rasa kebersamaan. 

"Siapa yang masuk kelompok saya dan siapa yang bukan kelompok saya. Anak-anak ini kemudian takut kalau dia dianggap bukan sebagai kelompok saya, maka dia kemudian berangkat," kata Koentjoro. 

Meski demikian, Koentjoro menilai, para pelajar yang turut melakukan aksi demo belum punya tujuan yang jelas. "Kalau kakak-kakak mahasiswa itu kan sudah punya pikiran, punya tujuan tertentu. Kalau anak-anak ini mereka kumpul-kumpul bareng saja," kata Koentjoro.

KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)