Silek Masuk Kurikulum, Wagub Sumbar Apresiasi Pemkab Agam

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Silek Masuk Kurikulum, Wagub Sumbar Apresiasi Pemkab Agam

01 September 2019 20:04 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 28 kali

Padang - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, sangat mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Agam yang memasukkan kesenian silek kedalam kurikulum ekstrakulikuler sekolah tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Menurut mantan Bupati Pesisir Selatan Dua Periode itu, dengan masuknya silek kedalam kurikulum ekstrakulikuler, maka Pemkab Agam, secara otomatis ikut serta berperan aktif memajukan kebudayaan Minangkabau.

Nasrul Abit berpandangan, Silek bagi masyarakat Minangkabau, bukan hanya sekedar kesenian gerak langkah semata. 

Namun lebih dari itu, Silek mengajarkan nilai-nilai etik interaksi yang fundamental, sebab filosofi yang diajarkan adalah lahienyo mancari kawan, batinnyo mancari tuhan (lahirnya mencari kawan batinnya mencari tuhan). Begitulah esensi sarat dengan nilai yang terkandung dalam silek Minangkabau tersebut.

“Silek sebagai warisan, sudah seharusnya kita jaga dan kita lestarikan. Kita apresiasi Pemkab Agam yang sudah memasukkan silek kedalam ekstrakulikuler sekolah,”kata Nasrul Abit usai memghadiri acara Penutupan Silek Arts Festival (SAF) di Pasa Raba’a, Nagari Koto Kaciak, Maninjau, Kabupaten Agam, Minggu 1 September 2019.

Mengingat SAF merupakan kegiatan yang sangat positif dan mendukung keberlangsungan Silek di Ranah Minang, Nasrul Abit berharap kepada kemendikbud setelah 2020 nanti semoga masih bisa berlanjut, bekerjasama memajukan kebudayaan di sumbar.

“Saya juga berterimakasih kepada ditjen kebudayaan kemendikbud atas kerjasama selama tiga tahun (2018-2020) yang terus mendukung kegiatan Silek Arts Festival yang merupakan platform indonesia. Kita juga mengucapkan terimakasih kepada lima Pemkab dan kota yakni Kota Padang, Kabupaten Sijunjung, Kota Solok, Kota Payakumbuh dan Agam yang telah bergabung dan bekerjasama dalam pelaksanaan SAF 2019,”ujar Nasrul.

Selain itu, Nasrul Abit juga memberikan apresiasi kepada para tuo Silek berupa penghargaan dalam bentuk uang tunai. Nasrul berharap, tetuo Silek dapat melahirkan generasi-generasi muda yang mampu meneruskan nilai-nilai yang terkandung didalam silek.

Diketahui, Silek Art Festival (SAF) 2019, merupakan agenda untuk menggali silek atau silat sebagai suatu fenomena khas etnik Minangkabau. Festival itu juga disandingkan dengan seni pertunjukan yang memiliki semangat yang sama yaitu eksplorasi atas tradisi dan silek.(*)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)