Sawahlunto masuk calon situs warisan dunia Unesco

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Sawahlunto masuk calon situs warisan dunia Unesco

28 June 2019 17:36 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 107 kali
Indosiana - Wali Kota Sawahlunto, Sumatera Barat Deri Asta akan menghadiri sidang Komite Warisan Dunia ke 43 yang akan diadakan pada 29 Juni-10 Juli 2019 di Azerbaijan. Ini terkait masuknya Kota Sawahlunto sebagai calon situs warisan dunia oleh UNESCO.

"Sebelumnya setiap negara mengajukan situs-situsnyayang ingin dijadikan kawasan warisan dunia ke UNESCO termasuk Indonesia, Kota Sawahluntoikut didaftarkan dengan tema 'Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto,"katanya diSawahlunto, Jumat.

Ia mengatakan UNESCO sebagai lembaga yang bertanggungjawab untuk penilaian sudah melakukan penelitian dengan tim yang ditunjuk bernama ICOMOS.

Informasi terakhir dari pihak ICOMOS, tema Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto secara syarat administrasi sudah lengkap, dan sekarang tinggal penetapan lewat sidang.

Lolos tidaknya Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto dalam warisan dunia akan ditentukan pada sidang ke 43 komite warisan dunia tersebut.

Ia menambahkan sidang ke 43 Komite Warisan Dunia ini pemegang hak suara atau hak vetonya ada pada 21 negara, tapi dari 21 negara pemegang hak suara itu ketika bersidang negara yang mengajukan tidak dibolehkan ikut agar penilaian berlangsung objektif.

"Jadi Indonesia sebagai salah satu negara tidak mempunyai hak suara nanti ketikasitus yang diajukan dari negara kita dinilai," katanya.

Jika Sawahlunto berhasil ditetapkan sebagai warisan dunia akan berpengaruh kepada pariwisata, tingkat kunjungan wisatawan mancanegaraakan lebih banyak, dan promosi pariwisata tidak lagi oleh Sawahlunto dan Sumbar saja, tapi juga oleh UNESCO. (Antara)

KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)