A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

San Fransisco Melarang Penjualan Rokok Elektrik

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

San Fransisco Melarang Penjualan Rokok Elektrik

28 June 2019 17:34 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 12 kali
Indosiana - San Fransisco, California, menjadi kota pertama di Amerika Serikat yang melarang penjualan rokok elektrik. Keputusan tersebut disepakati oleh anggota dewan setempat pada Selasa lalu. Pemerintah setempat menyatakan bahwa tidak ada pihak yang boleh menjual rokok elektrik di San Fransisco, kecuali jika produk tersebut telah melalui tinjauan Food and Drug Administration (FDA).

Hal tersebut dijelaskan oleh Wali Kota San Fransisco, London Breed dikutip dari liputan6, Jum'at (28/6/2019).


"Ada begitu banyak yang kita tidak tahu tentang dampak kesehatan dari produk ini," kata Breed.

"Tapi kita tahu bahwa perusahaan rokok elektrik menargetkan anak-anak kita dalam iklan mereka dan membuat mereka kecanduan produk nikotin yang membuat ketagihan," tambah Breed.

Kebijakan ini mendapatkan kritik dari sebagian pihak. Termasuk produsen rokok elektrik, Jull Labs yang bermarkas di kota itu.

Selain berbahaya bagi bisnis, mereka menyatakan bahwa regulasi itu bisa membuat para perokok elektrik yang dianggap lebih tidak berbahaya, ke perokok konvensional.

"Larangan secara penuh ini akan mendorong mantan perokok dewasa yang berhasil beralih ke produk uap," kata juru bicara Jull, Ted Kwong.

Selain itu, mereka juga mengatakan peraturan ini rentan menjadi pintu masuk pasar gelap yang berkembang pesat, alih-alih mengatasi penyebab sebenarnya dari akses dan penggunaan di bawah umur.

Pendapat serupa juga disampaikan dari ahli kesehatan masyarakat. Kenneth Warner dari University of Michigan mengutip penelitian di New England Journal of Medicine 2019, yang menemukan bahwa rokok elektrik 18 persen lebih efektif dalam mengurangi penggunaan produk rokok konvensional.

"Jika dewan pengawas tertarik pada kesehatan masyarakat, mereka akan melarang penjualan rokok di San Fransisco. Itu prioritas yang jauh lebih tinggi daripada melarang vape dari sudut pandang kesehatan," kata Warner dikutip dari NBC News.

"Benar-benar ironis bahwa sekarang Anda bisa membeli ganja dan rokok, tapi Anda tidak bisa mendapatkan produk vape yang tentu saja jauh lebih tidak berbahaya daripada rokok. Itu menggelikan."


KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari