A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

Terlalu Banyak Konsumsi Garam, Berikut 7 Dampak Yang Akan Terjadi

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Terlalu Banyak Konsumsi Garam, Berikut 7 Dampak Yang Akan Terjadi

28 June 2019 17:33 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 17 kali
Indosiana - Garam yang biasa digunakan untuk menambah rasa lezat di dalam makanan memang sulit dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Kenapa tidak, rasanya seperti tidak lengkap apabila menu makanan tidak menggunakan garam. 

Namun, ternyata mengkonsumsi garam dalam jumlah berlebihan bisa berbahaya bagi tubuh. Apalagi jika jumlahnya sudah sangat melebihi batas konsumsi harian yang dianjurkan. Orang dewasa dianjurkan untuk tidak mengonsumsi garam lebih dari 6 gram dalam satu hari. Ukuran tersebut setara dengan satu sendok teh penuh.

Biasanya, jika kamu memakan banyak kandungan garam, tubuhmu akan memberikan beberapa pertanda seperti:

1. Pembengkakan Pada Jari

Jika kamu pernah mengalami pembengkakan pada jari, bisa saja karena kamu terlalu banyak mengkonsumsi garam. Solusinya sangatlah sederhana, yaitu minumlah lebih banyak air mineral.

Itu karena, air mineral akan "melunturkan" kandungan garam di dalam tubuhmu.

2. Merasa Haus

Setelah kamu memakan sesuatu yang asin seperti keripik atau kacang, kamu mungkin akan merasa sangat haus. Hal tersebut terjadi karena garam dapat mengeluarkan kelembapan dari dalam tubuh dan mengganggu keseimbangan garam atau air di dalam tubuh.

Untuk memulihkan keseimbangan di dalam tubuh, kamu harus menghidrasi tubuhmu dengan baik. Cara terbaik yang bisa kamu lakukan adalah dnegan meminum air atau teh.

Minuman tersebut sangat efektif untuk melawan dehidrasi.

3. Sering Buang Air Kecil

Pernahkah kamu memperhatikan bahwa kamu lebih sering buang air kecil daripada biasanya? Mungkin saja itu disebabkan karena kamu memakan terlalu banyak garam, dan menyebabkan ginjalmu bekerja lebih keras untuk memproses garam tersebut.

Selain mengunjungi kamar mandi, gejala lain yang terlihat adalah air seni akan terlihat lebih gelap dari biasanya.

Jika kamu terlalu banyak mengonsumsi garam, maka kamu mungkin akan sering mengidam makanan yang tidak sehat, seperti permen dan keripik. Kamu juga akan merasa bahwa makanan yang tidak mengandung garam, akan terasa kurang lezat.

Jika pernah mengalaminya, maka kamu harus segera mengatasi masalah tersebut. Caranya adalah dengan mengurangi konsumsi garam secara perlahan.

Sebagai contoh, jika kamu merasa lapar bahkan setelah memakan nasi, kamu bisa memakan beberapa potong buah daripada memakan keripik.

5. Sakit Kepala

Rasa sakit itu juga mungkin saja terjadi akibat kamu terlalu banyak mengonsumsi garam. Solusi dari masalah tersebut adalah dengan mengurangi konsumsi garam. Sesuaikan juga dengan anjuran harian yang telah ditentukan.

6. Sering Mengalami Kram Otot

Jika kamu mengonsumsi garam secara berlebihan, kamu mungkin akan sering mengalami kram otot. Hal tersebut ada hubungannya dengan keseimbangan antara garam dan kalium.

Garam menyebabkan ototmu berkontraksi, sementara kalium membuat otot menjadi rileks. Jadi, jika kamu mengonsumsi banyak garam, keseimbangan di dalam tubuh akan terganggu.

Dampaknya, ototmu akan berkontraksi selama dan setelah berolahraga.

7. Tekanan Darah Meningkat

Kelebihan kadar garam di dalam tubuh juga bisa meningkatkan tekanan darah. Ketika tekanan darahmu terlalu tinggi, sebaiknya kamu mulai mengurangi konsumsi garam atau bahkan berhenti memakannya.

Pada akhirnya, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis lainnya. Contohnya, penyakit jantung, strok, dan kerusakan pada ginjal.

Cara termudah untuk mengurangi tingkat asupan garam adalah dengan memakan makanan yang sehat dan segar. Sebagai tambahan, makanan olahan memiliki kandungan garam paling banyak.
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari