Penggunaan Ponsel Bisa Merubah Bentuk Tengkorak Manusia

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Penggunaan Ponsel Bisa Merubah Bentuk Tengkorak Manusia

23 June 2019 23:46 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 96 kali
Indosiana - Para peneliti menemukan bahwa penggunaan ponsel membuat tubuh beradaptasi dengan kebiasaan yang terkait dengan gawai tersebut. Sebagian besar dari kita secara konstan membuka benda tersebut sambil menunduk.

Melansir liputan6 pada Minggu (23/6/2019), para peneliti menemukan bahwa kemungkinan, ponsel menjadi penyebab orang dewasa muda mengembangkan pembesaran tonjolan oksipital eksternal (enlarged external occipital protuberance/EEOP). Tulang ini adalah tulang utama dari bagian bawah tengkorak.

Sementara, peneliti dari Australia mengatakan bahwa tubuh menyesuaikan diri dengan postur tubuh ketika menggunakan ponsel. Adaptasi itu membuat bagian dasar tengkorak tumbuh lebih besar dan lebih tajam seperti tanduk. Hal ini untuk mengurangi tekanan akibat seringnya menunduk ketika menggunakan gawai.

Dalam jurnal Scientific Reports, para peneliti melihat bahwa adaptasi ini terjadi pada 33 persen dari 1.200 pria dan wanita dalam studi mereka yang berusia 18 hingga 86.

"Kami berhipotesis bahwa penggunaan teknologi modern dan perangkat genggam mungkin bertanggung jawab untuk postur ini dan pengembangunan lanjutan dari fitur tengkorak adaptif yang lebih kuat dalam sampel kami," kata para peneliti mencatat.

Namun, adaptasi ini bukanlah sesuatu yang bisa dianggap baik untuk cara kerja sistem kerangka dan otot manusia atau muskuloskeletal.

"Temuan kami menimbulkan kekhawatiran tentang kesehatan muskuloskeletal masa depan populasi dewasa muda dan memperkuat perlunya intervensi pencegahan melalui pendidikan poster," tulis laporan itu.

Gangguan muskuloskeletal bisa berujung pada kesehatan dan kecacatan, serta meningkatnya beban fisik, sosial, dan finansial pada individu dan masyarakat.(Liputan6)

KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)