Ratusan Anak Meninggal Usai Makan Leci Di India

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Ratusan Anak Meninggal Usai Makan Leci Di India

20 June 2019 22:14 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 104 kali
Indosiana - Jumlah anak meninggal akibat radang otak di India dilaporkan mencapai lebih dari 100 orang. Pejabat kesehatan setempat menyatakan, kejadian ini kemungkinan berkaitan dengan komsumsi leci.

Mengutip dari liputan6 pada Kamis (20/6/2019), dikabarkan bahwa jumlah korban meninggal akibat radang otak menjadi 113 pada bulan ini. Kejadian ini memicu protes kemarahan dari wilayah Bihar yang merupakan daerah termiskin di negara tersebut.

Sementara itu, masih ada 60 anak di bawah 10 tahun yang mengalami perawatan akibat Sindrom Ensefalitis Akut (AES) di distrik Muzaffarpur, India. Para pasien dikabarkan mengalami kekurangan gizi.

"Enam anak dipulangkan setelah dirawat karena AES," kata Ashok Kumar Singh, pejabat departemen kesehatan Bihar pada AFP setelah menyatakan bahwa 10 anak meninggal di hari Selasa lalu.

Dia mengatakan, masih ada kemungkinan angka tersebut meningkat mengingat masih banyak ditemukan kasus baru dan banyaknya pasien yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Lambatnya penangan dari pemerintah mendapatkan protes dari masyarakat. Pada Selasa lalu, puluhan orang berkumpul di rumah sakit utama Muzaffarpur dan menyatakan bahwa pihak berwenang tidak peduli pada keadaan pasien.

Belum lagi, Menteri Kesehatan Bihar, Mangal Pandey mendapatkan kecaman setelah bertanya pada wartawan mengenai skor pertandingan kriket India melawan Pakistan pada hari Minggu lalu. Padahal, negara sedang menghadapi krisis kesehatan tersebut.

"Menteri Kesehatan Bihar Mangal Pandey tampaknya lebih khawatir mengenai skor kriket daripada kematian anak-anak," tulis Randeep Surjewala, tokoh dari partai oposisi dalam akun Twitternya.

Selain itu, tokoh oposisi lain, Rabri Devi mengatakan, kematian tersebut merupakan pembunuhan berdarah dingin.

"Anak-anak sekarat karena kurangnya obat-obatan dan perawatan," tulis Devi di media sosial yang sama.

Bihar sendiri merupakan negara bagian termiskin di India. Setidaknya, hampir 100 juta orang menetap di sana.

Wilayah tersebut telah dilanda gelombang panas dalam beberapa pekan terakhir dengan suhu 45 derajat Celsius. Setidaknya, 91 orang tewas di akhir pekan lalu.

Para korban radang otak dilaporkan berasal dari keluarga miskin. Seringkali, mereka mengonsumsi leci liar dengan perut kosong.

Padahal, beberapa tahun lalu, peneliti dari Amerika Serikat menyatakan bahwa penyakit otak yang sering dialami oleh warga di sana terkait dengan zat beracun yang terdapat di buah tropis seperti leci.(liputan6)

KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)