KPK Dalami Dugaan Suap Pemilihan Rektor di Sejumlah Kampus UIN

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

KPK Dalami Dugaan Suap Pemilihan Rektor di Sejumlah Kampus UIN

19 June 2019 08:16 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 53 kali
Indosiana - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami adanya dugaan praktik suap yang terjadi dalam pemilihan rektor Universitas Islam Negeri yang berada di bawah pengawasan Kementrian Agama. 

Adapun KPK juga sudah memeriksa sejumlah rektor ataupun calon rektor Universitas Islam Negeri (UIN) sebagai saksi Romahurmuziy (Romi).

“Bisa jadi. Kembali lagi kan penyidik dalam rangka melakukan penyidikan banyak menerima informasi, bisa jadi dari ketika memanggil saksi, saksi itu mengatakan bukan hanya ini lho,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Ombudsman RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

Sejauh ini, Alexander mengaku pihaknya belum mendapatkan info substansi mengenai apa saja yang digali oleh penyidik mengenai pemilihan rektor itu. Apakah nantinya akan terdapat metode seperti suap yang terjadi di seleksi Kakanwil Jatim itu juga terjadi di pemilihan rektor.

“Kita belum dapat info substansi apa sih yang digali penyidik apakah dalam pemilihan rektor-rektor juga ada semacam penunjukkan kanwil agama di Jawa Timur,” imbuhnya.

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mengagendakan pemeriksaan terhadap calon rektor Universitas Islam Negeri (UIN) pada sejumlah daerah Indonesia. Ada sekira 9 rektor maupun guru besar UIN yang diperiksa KPK terkait kasus dugaan jual-beli jabatan pada hari ini.

Mereka yakni, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Ali Mudlofir; Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Masdar Hilmy; Guru Besar sekaligus Dekan FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya, Akh Muzakki; Rektor IAIN Pontianak, Syarif

Dosen IAIN Pontianak, Wajidi Sayadi; Wakil Rektor I IAIN Pontianak, Hermansyah; serta Retor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Warul Walidin; Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh periode 2014-2018 dan merupakan calon rektor petahanan untuk periode 2018-2023, Farid Wajdi Ibrahim dan merupakan Guru Besar UIN Ar-Raniry sekaligus calon rektor UIN Ar-Raniry untuk periode 2018-2023, Syahrizal.

(okezone)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)