A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

Ini Dia Gejala dan Cara Pencegahan Kanker Hidung yang Jarang Diketahui

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Ini Dia Gejala dan Cara Pencegahan Kanker Hidung yang Jarang Diketahui

15 June 2019 21:24 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 19 kali
Indosiana - Kanker nasofaring atau yang lebih dikenal dengan kanker hidung merupakan jenis kanker yang sulit dirasakan atau dilihat. Bahkan medis atau dokter pun sangat sulit mendeteksi jenis kanker ini sejak stadium awal.

Setelah Lee Chong Wei, mantan atlet badminton nomor satu di dunia mengalami kanker ini, kini kanker hidung menjadi pusat perhatian hampir semua orang. 

Selama ini jenis kanker ini tidak begitu diperhatikan. Hal ini dikarenakan kanker yang menyerang rongga hidung dan sinus ini tidak menimbulkan gejala yang cukup spesifik.

Tidak hanya itu, kanker ini merupakan salah satu penyakit yang cukup langka. Hal ini berdasarkan data dari Cedars Sinai yang mengungkapkan bahwa di Amerika Serikat hanya terdapat dua ribu orang yang terdiagnosis kanker hidung setiap tahunnya. Dikatakan juga bahwa, laki-laki lebih rentan terkena kanker hidung ini daripada perempuan.

Untuk itu, kini kamu perlu mengetahui tanda-tanda atau gejala dari kanker hidung. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber tentang gejala kanker hidung beserta cara mencegahnya, Sabtu (15/6/2019). 

Diagnosis kanker hidung ini biasanya ditemukan tanpa sengaja saat seseorang melakukan pemeriksaan medis. Namun kamu bisa merasakan beberapa gejala kanker hidung yang mirip dengan gejala pilek akibat salesma, flu, atau sinusitis:

1. Hidung tersumbat yang tidak kunjung membaik, bahkan semakin memburuk,

2. Nyeri di atas atau di bawah mata,

3. Tersumbat pada salah satu sisi hidung,

4. Lendir mengalir di belakang hidung dan tenggorokan,

5. Mimisan,

6. Nanah mengalir dari hidung,

7. Menurunnya atau bahkan indera penciuman menghilang,

8. Mati rasa atau sakit di bagian wajah,

9. Mati rasa pada gigi,

10. Pertumbuhan massa wajah, hidung, atau bagian atas mulut,

11. Mata berair terus-menerus,

12. Satu mata menggembung,

13. Kehilangan atau mengalami perubahan dalam penglihatan,

14. Nyeri atau merasa ada tekanan di salah satu telinga,

15. Gangguan pendengaran,

16. Sakit kepala,

17. Sulit membuka mulut, dan

18. Pembesaran kelenjar getah bening di leher.

Namun di sisi lain berbagai penelitian menemukan bahwa tidak semua kanker hidung menunjukkan gejala yang kasat mata. Pada sekitar 10% kasus kanker hidung stadium awal, penelitian mengatakan bahwa gejala bisa saja tidak muncul sama sekali.

Selain gejala awalnya mirip dengan flu, bukan berarti orang yang mengalami hidung tersumbat atau pilek harus menduga bahwa dirinya mengidap penyakit kanker hidung. Ini karena dugaan kanker hidung biasanya dipertimbangkan bila seseorang mengalami keluhan hidung tersumbat atau pilek lebih dari dua minggu, dan tak kunjung membaik dengan berbagai pengobatan yang sudah diberikan oleh dokter

Jika ada dugaan gejala pilek disebabkan oleh kanker hidung, maka dokter akan mengambil tindak lanjutan dengan melakukan serangkaian pemeriksaan seperti CT scan atau Magnetic Resonance Imaging (MRC). Selain itu, juga dilanjutkan dengan biopsy untuk memastikannya.

Semakin dini kanker hidung dideteksi, maka semakin besar peluang pengobatam yang dilakukan untuk bisa sembuh. Studi pun menyebutkan bahwa kanker hidung yang diobati sejak stadium awal (I atau II) memiliki peluang kesembuhan di atas 60%. Sedangkan pengobatan pada stadium lanjut akan memberikan peluang sembuh kurang dari 50%.

Jika ada dugaan gejala pilek disebabkan oleh kanker hidung, maka dokter akan mengambil tindak lanjutan dengan melakukan serangkaian pemeriksaan seperti CT scan atau Magnetic Resonance Imaging (MRC). Selain itu, juga dilanjutkan dengan biopsy untuk memastikannya.

Semakin dini kanker hidung dideteksi, maka semakin besar peluang pengobatam yang dilakukan untuk bisa sembuh. Studi pun menyebutkan bahwa kanker hidung yang diobati sejak stadium awal (I atau II) memiliki peluang kesembuhan di atas 60%. Sedangkan pengobatan pada stadium lanjut akan memberikan peluang sembuh kurang dari 50%.

Belum terdapat metode pasti untuk mencegah kanker hidung ini. Namun kamu bisa melakukan beberapa upaya untuk menjaga kesehatan tubuh agar potensi munculnya kanker hidung ini berkurang. Berikut upaya mencegah kanker hidung yang bisa kamu lakukan:

1. Menghindari konsumsi makanan yang diawetkan dengan garam,

2. Menghindari asap rokok,

3. Jangan konsumsi minuman beralkohol,

4. Ciptakan lingkungan hidup yang sehat,

5. Kurangi makanan yang diawetkan atau menggunakan zat pengawet,

6. Hindari polusi udara, seperti gas kimia, asap industry, dan lain sebagainya, dan

7. Miliki pola hidup gaya yang sehat, seperti berpikir positif, cukup istirahat, dan olahraga teratur  
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari