Maksimalkah Gizi Susu Dikonsumsi Saat Berbuka?

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Maksimalkah Gizi Susu Dikonsumsi Saat Berbuka?

20 May 2019 21:46 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 11 kali
Indosiana - Menurut ahli gizi, dr Rizal Alaydrus MPH, susu mengandung nutrisi yang lengkap, makro dan mikro, juga gula alami. Sehingga, susu menjadi salah satu menu andalan saat berbuka puasa selama Ramadhan.

Dilansir dari liputan6, Rizal menjelaskan  nutrisi makro terdiri dari protein, lemak, dan karbohidrat. Sementara nutrisi mikro, vitamin dan beragam mineral. 

"Susu baik untuk membantu menjaga dan mempertahankan kondisi tubuh selama puasa," kata Rizal seperti dikutip dari Liputan6.com pada Senin, 20 Mei 2019. 

Setelah menahan lapar dan haus selama belasan jam, lanjut Rizal, sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi. Minum susu dalam kondisi perut kosong sangat baik karena penyerapan zat gizi oleh tubuh lebih maksimal. 

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa saat ini, banyak sapi yang menghasilkan kandungan protein A1 karena adanya mutasi genetik. Adapula susu sapi yang hanya mengandung protein A2 yang didapat dari proses seleksi alami dengan melalui seleksi tes DNA, tanpa rekayasa genetik.

Susu dengan protein A1 lebih mudah menyebabkan gejala mual, kembung, dan diare karena kandungan beta casein A1 dalam susu yang bereaksi dengan protein lainnya di dalam pencernaan. Gejalanya pun menyerupai intoleransi terhadap laktosa.

Sementara susu sapi A2, menurut Rizal menyerupai human milk atau air susu ibu (ASI) karena kandungannya mudah dicerna dibandingkan susu sapi A1. Itu yang menyebabkan mengonsumsi susu sapi A2 umumnya tidak memunculkan gejala mual, kembung, hingga diare

Dia melanjutkan bahwa sapi A2 merupakan sapi yang telah diseleksi khusus melalui tes DNA yang menghasilkan susu dengan kandungan protein A2, senyawa protein alami pada susu sapi yang mudah dicerna tubuh, sama seperti komposisi protein dalam ASI. ?

"Konsumen dapat menikmati susu ini dengan nyaman tanpa khawatir akan merasa mual atau kembung, sebagai minuman untuk berbuka puasa," ujar Rizal.?

Saat ini terdapat susu yang berasal dari sapi A2. Marketing Manager KIN, Anton Budiharjo, menjelaskan, susu merupakan salah satu alternatif minuman sehat yang baik untuk buka puasa.

Namun, pihaknya menyadari kalau tidak semua orang bisa minum susu dengan nyaman. Anton menjamin produknya itu adalah susu segar dengan 100 persen sapi A2.

"Protein A2 nyaman di perut dan tidak menyebabkan mual ataupun kembung," katanya.(liputan6)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari