Rizal Ramli Kritik Jokowi soal Ibu Kota Baru

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Rizal Ramli Kritik Jokowi soal Ibu Kota Baru

01 May 2019 21:46 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 15 kali
Indosiana - Menanggapi pindahnya ibu kota Negara Republik Indonesia, Rizal Ramli, seorang ekonom yang juga tim ahli capres 02 Prabowo Subianto menyebut rakyat tak butuh ibu kota baru, tapi butuh presiden baru. Mendengar pernyataan tersebut, kubu capres 01 buka suara.

Anggota TKN Hendrawan Supratikno menegaskan pernyataan Rizal Ramli itu iseng dan usil. Justru menurut Hendrawan harusnya semua orang bisa melihat penyebab yang menjadi dasar pemindahan ibukota negara.

"Itu orang yang iseng dan usil, ini kan kita harus belajar dari guru-guru besar geografi, sosiologi, dan tata kota itu namanya carrying capacity. Jadi daya topang Jakarta ini sudah memprihantinkan karna faktor ekologis itu tidak mendukung lagi," ungkap Hendrawan dilansir detikFinance, Rabu (1/5/2019).

Salah satu faktor yang disorotinya adalah potensi meluapnya air laut yang menurut Hendrawan diprediksi 10 tahun lagi merendam Jakarta. Tidak hanya itu, dia mengatakan permukaan tanah di Jakarta semakin turun.

"Misal intrusi air laut 10 tahun lagi sampe ke Jakarta Pusat, permukaan tanah Jakarta Utara bisa turun 20-30 cm. Kalau jadi global warming maka kota Jakarta akan terendam," ungkap Hendrawan.

Hendrawan menambahkan alasan lainnya adalah melihat pengalaman negara lain yang berhasil memindahkan ibu kota. Menurutnya, lebih baik pemerintahan dalam ibu kota dipisah dari daerah pusat perniagaan.

"Juga belajar dari negara lain yang sukses meratakan pembangunan, memisahkan registrasi pemerintahan dan kota perniagaan. Waktu dalam rapat Menteri Bappenas contohkan Brazil dari Rio de Janeiro ke Brasilia City," ungkap Hendrawan.

Sebelumnya, ekonom Rizal Ramli menyebut bahwa pemindahan ibukota negara tidak lagi dibutuhkan. Rakyat menurutnya lebih membutuhkan presiden baru.

"Rakyat hari ini tidak perlu ibu kota baru, tapi butuh presiden baru, terima kasih," ungkap Rizal kepada awak media usai mengikuti gelaran May Day 2019 bersama capres Prabowo Subianto, di Tennis Indoor Senayan. (detik)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari