KPU Gunakan GOR untuk Rekap Suara Pemilu

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

KPU Gunakan GOR untuk Rekap Suara Pemilu

14 April 2019 15:07 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 132 kali
Indosiana - Gelandang Olahrraga (GOR) akan dijadikan tempat perhitungan suara Pemilu 2019. Hal tersebut telah diizinkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurutnya,  keamanan rekapitulasi suara adalah hal utama yang wajib dilakukan.

"Seluruh GOR kita dipinjamkan, bisa dipakai rekap suara. Juga ada tempat untuk kebutuhan tambahan, akan kita pinjamkan juga," kata Anies di Lapangan Banteng Jakarta, (14/4/2019).

Menurut Anies, proses Pemilu di Jakarta sudah tak perlu diragukan. Penyelenggaraan berjalan baik berkaca pada Pilkada DKI 2017. Menurut dia, meski berjalan dua periode, Pemilu di DKI tidak ada kendala berarti, khususnya soal keamanan.

"Saya optimis, pengalaman dan kemampuan Insyaallah," yakin Anies.

Selain itu, Memasuki masa tenang, Anies Baswedan juga menegaskan penertiban alat peraga kampanye (APK) sudah dilakukan. Masa tenang Pemilu 2019 dimulai hari ini, 15 April hingga masa pencoblosan 17 April 2019. Selama masa tenang, peserta Pemilu dilarang kampanye dan menurunkan seluruh alat peraga kampanye.

Bersama satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Lingkungan Hidup, pihaknya akan membantu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menertibkan APK yang selama masa kampanye berserak di sudut-sudut jalan Ibu Kota.

"Jalan-jalan utama sudah mulai bersih, kita bergerak di jalan yang lain," jelas Anies Baswedan.

Aturan pemasangan baleho dan spanduk peserta Pemilu 2019 tertuang dalam Undang-undang Pemilihan Umum (Pemilu) dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum.(liputan6)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)