Bahayakah Tidur Dengan Rambut Basah?

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Bahayakah Tidur Dengan Rambut Basah?

14 April 2019 15:05 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 120 kali
Indosiana - Sebagian orang cenderung sering mandi sebelum tidur, namun diantara mereka sering bertanya-tanya apakah tidur dengan rambut lembab akan menimbulkan masalah?

De. William Schaffner, Seorang profesor kedokteran dari Vanderbilt University Medical Center mengatakan tidur dengan rambut lembab tampaknya dikatakan sebagai cerita yang dibuat-buat agar seseorang tidak terserang flu.

Ia menyatakan bahwa tidur dengan rambut basah memang memungkinkan seseorang terkena flu biasa. Namun jika hal tersebut dikaitkan dengan berkembang biaknya bakteri atau virus, Schaffner membantah tidak setuju.

Selain timbulnya bakteri dan virus, rumor lain dari tidur dengan rambut basah menyebabkan bakteri berbahaya dapat menempel di bantal. Schaffner menyatakan bahwa hal ini tidak benar, mengingat bahwa bakteri dan virus penyebab penyakit tidak muncul secara tiba-tiba.

Namun, sebuah penelitian berjudul "Fungal contamination of bedding" telah menunjukkan bahwa bantal, khususnya yang berbahan sintesis, dapat menampung jamur yang dapat memicu asma atau alergi. Seorang ahli alergi, Dr. Payel Gupta mengatakan bahwa bakteri dari jamur ini cenderung bekerja dengan baik di lingkungan yang lembab.

Gupta menambahkan bahwa sampai saat ini tidak ada bukti bahwa orang-orang yang tidur dengan rambut basah mengalami gejala alergi atau asma. Namun, ada baiknya untuk berwaspada ketika bangun dengan hidung tersumbat, mata gatal atau berair, masalah pernapasan, atau gejala lainnya. Dianjurkan juga untuk selalu mengganti sarung bantal dan seprai setidaknya seminggu sekali.

Seorang profesor dari George Washington University School of Medicine and Health Sciences, Amerika Serikat bernama Dr. Adam Friedman mengingatkan bahwa perlu diketahui hampir semua yang dilakukan manusia dapat merusak rambutnya sendiri. Mulai dari menyisir, mewarnai, hingga terkena sinar matahari. Dianjurkan untuk tidak lupa menggunakan kondisioner yang dapat memulihkan rambut. 
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)