A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

Kenali 6 Faktor Risiko Serangan Jantung Ini

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Kenali 6 Faktor Risiko Serangan Jantung Ini

11 March 2019 23:21 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 98 kali
Indosiana - Penyaki jantung merupakan penyakit yang paling mematikan di dunia. Tidak hanya faktor genetika, gaya hidup yang tidak sehat pun bisa menjadi penyebab penyakit ini.

Asupan makanan sehat serta olahraga cukup ternyata belum tentu mengurangi faktor risiko terkena serangan jantung. Ada beberapa hal lain yang mungkin saja bisa meningkatkan risiko terkena penyakit tersebut. Melansir liputan6 (11/3/2019), ada 6 faktor risiko lain yang membuat seseorang lebih rentan terkena masalah kardiovaskular ini.

1. Penyakit autoimun

Ahi jantung Nieca Goldberg dari Joan H. Tisch Center for Women's Health di NYU Langone, Amerika Serikat mengatakan, jika seseorang memiliki penyakit autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis atau radang sendi psoriatik, dia lebih berisiko terkena serangan jantung. 

Tidak hanya itu, wanita yang mengembangkan kondisi tersebut saat kehamilan juga berisiko.

"Pada wanita, riwayat hipertensi pada kehamilan, pre-eklampsia, atau eklampsia bisa meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke di usia paruh baya," kata Goldberg.

2. Udara dingin

Musim atau udara dingin bisa berbahaya bagi kesehatan. Ahli jantung Sanjiv Patel mengatakan, ada alasan mengapa hal tersebut bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung.

"Suhu yang secara signifikan lebih rendah bisa menyebabkan serangan jantung karena saat dingin, ubuh mencoba mempertahankan panas di dalam wilayah intinya, sehingga dia berusaha untuk tidak membiarkan panas ke luar dari tubuh," kata Patel. Kondisi ini membuat mengerut atau menyempitnya pembuluh darah dan arteri yang menyebabkan serangan jantung.

3. Olahraga yang baru

Olahraga bisa menjadi cara untuk tetap sehat. Masalahnya, ketika seseorang yang terbiasa malas berolahraga langsung melakukan latihan intensitas tinggi, dia bisa terkena serangan jantung.

"Di skenario ini, apa yang terjadi adalah perubahan hormon stres mendadak yang bisa menyebabkan ketidakstabilan aliran darah ke jantung dan berpotensi menyebabkan serangan jantung."

4. Kanker

Goldberg mengatakan, terapi kanker tertentu seperti radiasi di dada (khususnya yang kiri) meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Ini terjadi karena penumpukan kolesterol di dinding arteri yang memasok darah ke otot jantung. Beberapa obat seperti Adriamycin dan Herceptin juga meningkatkan risiko masalah itu.

5. Kualitas udara yang buruk

Ketika paru-paru mengalami iritasi, tubuh menjadi bekerja lebih keras dan berisiko terkena serangan jantung atau stroke. Selain itu, karena lingkungan yang buruk, orang menjadi malas bergerak atau keluar rumah.

6. Sering mengalami kram kaki

Kram kaki bisa sering terjadi pada siapa saja. Walaupun begitu, jika Anda mengalmainya hampir setiap kali, bahkan setelah berjalan kaki jarak pendek, ini bisa jadi pertanda peripheral arterial disease (PAD). Jika ini masalahnya, kram bisa terjadi karena aterosklerosis atau penyempitan dan penyumbatan arteri perifer.

Goldberg menambahkan, selain enam tanda di atas, Anda juga harus memperhatikan kondisi-kondisi serangan jantung yang umum. Misalnya sesak napas, detak jantung yang cepat, hingga pingsan. Jika mengalami kondisi-kondisi tersebut, segeralah mencari bantuan medis.(liputan6)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)