A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

1,9 Juta Surat Suara Pemilu Mulai Dilipat di Garut

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

1,9 Juta Surat Suara Pemilu Mulai Dilipat di Garut

11 March 2019 23:18 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 60 kali
Indosiana - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Garut, Jawa Barat mulai melipat sekitar 1,9 juta surat suara untuk Pemilu 2019. Sebanyak kurang lebih 3.000 relawan dilibatkan untuk meyelesaikan pelipatan tersebut.

Junaedin Basri, Ketua KPU Garut mengatakan terhitung mulai hari ini, sesuai dengan jadwal tahap Pemilu 2019, lembaga akan melakukan pelipatan surat suara hingga 31 Maret mendatang.

“Untuk hari ini kita lipat kertas suara untuk DPD dulu,” katanya selepas memantau pelipatan perdana surat suara di Garut, Minggu (10/3/2019).

Menurutnya, pelaksaan pelipatan sudah sesuai dengan SOP yang butuhkan, sehingga direncanakan selesai tepat waktu. 

“Yang paling penting juga tepat jumlah, tepat mutu dan sasaran, serta tepat tujuan dalam mendistribusikan logistik,” ujarnya.

Komisioner Program dan Data KPUD Garut Dindin Ahmad Zaenudin, menambahkan, total Daftar Pemilih Tetap (DPT) peserta pencoblosan untuk pemilih Garut mencapai 1.933.694. Angka tersebut merupakan gabungan dari DPT 1,895. 779 plus 2 persen surat suara DPT yang mencapai 37.915. 

“Selama pelipatan kami jaga ketat dan awasi penuh,” ujarnya.  

Dalam pelaksanaan pelipatan surat suara ini, lembaganya merekrut sekitar 3.000 relawan yang berasal dari berbagai wilayah di Garut. 

“Bebas siapapun bisa mengikuti, kecuali anggota parpol dan lainnya yang dilarang sesuai aturan KPU,” kata dia.

Mereka akan bekerja setiap hari mulai pukul 08.00-17.00 secara bergantian yang dibagi dalam 10 kelompok tiap hari dengan jumlah relawan mencapai 400 orang per hari. 

“Kita lihat efektifitasnya mulai hari ini, apakah perlu ditambah atau tidak,” kata dia.

Dalam prakteknya, untuk satu kelompok pelipatan surat suara, ada dua orang yang bertugas melakukan sortir kualitas surat suara dari kerusakan atau cacat.

“Bahkan untuk menjaga dari hal yang tidak diinginkan, kami juga sertakan satu supervisor setiap hari plus satu pengawas tiap satu kelompok,” kata dia.

Dalam simulasi awal yang pernah dilakukan lembaganya, rata-rata kemampuan satu relawan, mampu menyelasaikan pelipatan dua kartu suara dalam tiga menit. 

“Tapi kita lihat saja nanti, yang penting kita targetkan tanggal 31 Maret selesai semua,” ujar dia.

Sesuai rencana, untuk tahap pertama pelipatan difokuskan untuk surat suara calon DPD, kemudian dilanjutkan DPR-RI, dan selanjutnya DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten.

”Untuk surat suara Pilpres dilakukan paling akhir,” ujar dia.

Untuk melaksanakan tugas pengawalan pilpres dan pileg 17 April mendatang, lembaganya siap menerjukan hingga 1.600 personil, atau 2.000 lebi petugas keamanan jika ditambah bantuan TNI. “Ada sekitar 659 personil TNI tambahan yang diperbantukan,” ujar Budi.

Mereka akan mengamankan seluruh fasilitas negara termasuk logistik pemilu kali ini. “Pokonya dari awal sampai akhir kita backup penuh,” ujarnya.

Dandim 0611 Letkol Infanteri Asyraf Aziz menambahkan, untuk menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan itu. Lembaganya meminta seluruh penyelanggara pemilu bersikap profesional sesuai aturan.

“Berhasil atau tidaknya pemilu ditentukan olrh penylenggara sendiri, kalau tidak baik akan berdampak pada prlakdanaan,” kata dia mengingatkan.

Dalam pelipatan hari pertama surat suara, puluhan anggota TNI-Polri nampak berjaga ketat di lokasi pelipatan, mereka dibagi dibeberapa pintu masuk untuk mengawasi keluar masuk logistik pemilu.

Kecuali relawan pelipatan, anggota KPUD dan awak media yang wara-wiri, sesekali mereka menanyakan identitas bagi orang lain yang akan memasuki ruangan pelipatan. Tak ayal dengan pemeriksaan dan penjagaan ketat itu, pelaksanaan pelipatan surat suara berlangsung lancar dan tepat waktu.(liputan6)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)