A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

Kenapa Banyak Anak Muda Terkena Serangan Jantung?

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Kenapa Banyak Anak Muda Terkena Serangan Jantung?

08 March 2019 22:08 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 54 kali
Indosiana - Sebuah studi baru "American College of Cardiology" di New Orleans, mengungkapkan tingkat serangan jantung meningkat pada orang dewasa berusia 20-1n dan 30-an. Meskipun terbilang muda, namun rentang umur tersebut beresiko terkena serangan jatung yang mematikan.

Hal tersebut dikemukakkan oleh penulis studi senior, Dr. Ron Blankstein, seorang ahli jantung preventif di Brigham and Women's Hospital di Boston. 

"Dulu masih sangat jarang melihat orang di bawah usia 40 terkena serangan jantung, namun kini fakta mengejutkan terkuak," ujar Ron.

Dalam riset tersebut, para peneliti memeriksa data dari sekitar 2.100 pasien serangan jantung berusia 50 tahun dan yang lebih muda, yang dirawat di salah satu dari dua rumah sakit besar antara tahun 2000 dan 2016.

Secara keseluruhan, sekitar 1 dari 5 pasien, atau 20 persen, berusia 40 atau lebih muda, adalah mereka yang menderita sakit jantung. Tetapi selama 10 tahun terakhir studi ini dijalankan, proporsi penyakit itu pada pasien usia 40 dan yang lebih muda, meningkat sekitar 2 persen setiap tahun.

Di samping itu, pasien berusia 40 tahun ke bawah lebih rentan meninggal apabila terkena serangan jantung, dibandingkan dengan mereka yang berusia 41 hingga 50 tahun. Temuan ini menandakan bahwa usia muda belum tentu terlindungi dari serangan jantung.

"Bahkan jika Anda berusia 20-an atau 30-an, begitu Anda mengalami serangan jantung, Anda berisiko mengalami lebih banyak kelainan kardiovaskular, dan Anda memiliki risiko yang sama besarnya dengan seseorang yang mungkin lebih tua dari Anda," Blankstein menjelaskan.

Tidak hanya itu, kedua kelompok tersebut juga berisiko terkena diabetes dan tekanan darah tinggi. Tetapi bila dibandingkan dengan mereka yang berusia 41 hingga 50 tahun, umur 40 tahun ke bawah lebih cenderung dilaporkan terkena kasus penyalahgunaan narkoba, termasuk penggunaan ganja dan kokain.

Secara khusus, 18 persen dari kelompok yang lebih muda dilaporkan menggunakan zat-zat adiktif tersebut dibandingkan dengan 9 persen dari kelompok yang lebih tua.

Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan narkoba dapat berkontribusi terhadap tren serangan jantung di kalangan orang dewasa muda, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi kesimpulan ini.

Pasien yang lebih muda juga cenderung jarang menggunakan aspirin dan statin setelah mengalami serangan jantung. Temuan ini bisa menunjukkan bahwa dokter mungkin kurang merekomendasikan obat-obatan tersebut pada pasien yang lebih muda karena usia mereka, kata para peneliti.

Namun, para ilmuwan masih harus melakukan lebih banyak penelitian untuk lebih memahami mengapa serangan jantung meningkat di kalangan anak muda.

"Semuanya kembali pada cara pencegahan," Blankstein menjawab. "Banyak orang berpikir bahwa serangan jantung ditakdirkan untuk terjadi, tetapi sebagian besar dapat dicegah dengan deteksi awal penyakit dan perubahan gaya hidup yang agresif, serta manajemen faktor risiko lainnya."

Stroberi, buah kecil berwarna merah ini memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah untuk kesehatan jantung. Stroberi kaya akan serat dan vitamin C yang cocok untuk mengurangi stres oksidatif dan bermanfaat menurunkan risiko penyakit jantung serta kanker.

Selain itu, stroberi mengandung potasium atau kalium, yang melindungi tubuh dari masalah kardiovaskular. "Potasium dapat membantu menurunkan tekanan darah karena efeknya memperlambat sodium dalam tekanan darah," kata juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, Vandana Sheth seperti dilansir dari Prevention pada Senin 4 Maret 2019.

"Menikmati makanan yang kaya potasium juga membantu menurunkan asupan sodium yang membantu mengurangi risiko tekanan darah tinggi dan stroke," tambah Sheth.(liputan6)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)