A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

68 Orang Meninggal Dunia, 7 Hilang Akibat Banjir Sulsel

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

68 Orang Meninggal Dunia, 7 Hilang Akibat Banjir Sulsel

27 January 2019 14:54 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 76 kali

Indosiana - Sebanyak 68 orang meninggal dunia dan 7 orang dilaporkan hilang akibat banjir dan longsor yang melanda Sulawesi Selatan, Minggu (27/1/2019). Hal ini dilaporkan langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dikutip dari kompas, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, selain korban meninggal dan hilang, sebanyak 47 orang mengalami luka dan 6.757 orang mengungsi. 

Menurut Sutopo, kerusakan fisik akibat banjir dan longsor meliputi 550 unit rumah. Dari jumlah tersebut, 33 unit hanyut, 459 rusak berat, 30 rusak sedang, 23 rusak ringan, dan 5 tertimbun. Kemudian, sebanyak 5.198 unit rumah terendam dan 16,2 kilometer jalan terdampak bencana.

Tidak hanya itu, 13.326 hektar sawah, 34 jembatan, 2 pasar, 12 unit fasilitas peribadatan, 8 fasilitas pemerintah, dan 65 unit sekolah ikut terdampak. Sutopo mengatakan, penanganan darurat bencana banjir, longsor, dan puting beliung yang melanda wilayah Sulawesi Selatan, masih terus dilakukan hingga saat ini. 

Meski banjir sudah surut, ribuan warga masih berada di pengungsian karena kondisi rumah rusak dan penuh lumpur. 

"Beberapa warga merasa lebih aman di pengungsian karena trauma dengan banjir dan longsor," kata Sutopo.

Hingga saat ini, tercatat 188 desa terdampak bencana di 71 kecamatan yang tersebar di 13 kabupaten/kota yaitu, Jeneponto, Maros, Gowa, Kota Makassar, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap , Bantaeng, Takalar, Selayar, dan Sinjai. 

Adapun, daerah yang paling parah mengalami dampak banjir dan longsor adalah Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Jeneponto, Marros, dan Wajo. Menurut Sutopo, pencarian 7 korban hilang masih dilakukan tim SAR gabungan. BNPB terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat. Sementara itu, pembangunan jembatan darurat balley dilakukan oleh TNI dibantu instansi terkait dan warga.

Pelayanan kesehatan oleh Dinas Kesehatan, PMI dan NGO. Dapur umum juga telah didirikan Brimob Polda Sulses dan Dinas Sosial. Menurut Sutopo, kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah makanan, selimut, matras, pelayanan medis, MCK dan sanitasi. Kemudian, relawan untuk membersihkan lumpur, peralatan rumah tangga untuk membersihkan lumpur, hingga relawan untuk memberikan trauma healing.(kompas)

KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)