Rokok Vape Berbahaya Dikonsumsi

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Rokok Vape Berbahaya Dikonsumsi

25 January 2019 14:18 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 79 kali

Indosiana – Kebanyakan orang menganggap rokok elektrik atau vape tidak terlalu berbahaya dikonsumsi dibandingkan dengan rokok tembakau. Namun, keliru jika menganggap vape adalah sesuatu yang lebih aman.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) juga telah menyatakan tidak ada rokok, baik tembakau atau vape, yang aman dikonsumsi. Berikut efek dari penggunaan rokok elektrik ini pada tubuh. 

1. Lebih sedikit karsinogen daripada rokok biasa.

Sebuah penelitian memang menunjukkan rokok vape mampu menurunkan risiko terkena paparan racun dan karsinogen. Uap yang keluar dari vape tidak berbahaya, kandungan bahan kimianya juga jauh lebih sedikit dibanding rokok yang mencapai ribuan. 

Hal ini dikarenakan reaksi kimia tersebut tidak dapat dihasilkan dari proses pembakaran. Namun, kebanyakan orang mengisap vape hanya pada bagian atas dan ini membuat bahan kimia yang diserap lebih banyak. Mengisap vape hingga tetes terakhir menimbulkan masalah kesehatan baru. 

“Ketika vape kering (mengisap hingga tidak ada cairan tersisa dalam) untuk dipanaskan dan menghasilkan uap, maka pembakaran tersebut akan memicu munculnya sejumlah racun,” kata Jonathan Foulds PhD, professor di bidang ilmu kesehatan masyarakat dan psikiatri yang mempelajari para perokok dan konsumen produk tembakau di Penn State University. 

Dokter ahli jantung Stanton Glantz menjelaskan bahwa vape dan rokok tembakau biasa memproduksi campuran racun yang berbeda.

2. Juga merusak paru-paru 

Sebuah studi pada Annual Review of Public Health mengungkapkan bahwa penggunaan vape juga membuat tubuh terpapar racun dan partikel ultrafine level tinggi yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit kanker paru-paru serta penyakit kardiovaskular lainnya. 

Dua zat kimia yang terkandung dalam vape cair, yaitu propylene glycol dan vegetable glycerin, adalah komponen sama yang digunakan untuk mesin uap. Studi terdahulu juga menemukan bahwa pekerja pekerja di dunia hiburan yang sering terpapar zat tersebut memiliki risiko sulit bernafas yang lebih tinggi, dada sesak dan asma. 

Kebanyakan zat kimia penambah rasa pada vape sebetulnya telah mendapatkan persetujuan FDA untuk penggunaan pada makanan, namun tidak bagi vape. “Memanaskan rasa tersebut dan mengisapnya berpotensi merobek paru-paru,” kata Glantz.(kompas)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)