PDIP Tekankan Baasyir Taat Pancasila

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

PDIP Tekankan Baasyir Taat Pancasila

20 January 2019 20:13 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 20 kali
Indosiana - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyarankan Abu Bakar Baasyir untuk bersumpah setia kepada Pancasila dan NKRI. Sebagai warga negara Indonesia (WNI), sudah seharusnya untuk taat dan setia kepada Pancasila dan NKRI.

Hal tersebut disampaikan oleh Hasto di DPC PDIP Jakarta Timur pada Minggu (20/1/2019).

"Karena itulah sekali lagi PDIP dengan sangat merekomendasikan bahwa ketaatan terhadap, Pancasila dan NKRI itu bersifat wajib dan tidak bisa ditawar-tawar," ujarnya.

Hasto menegaskan, bagi mereka yang tidak bisa berkomitmen, bisa dipersilahkan keluar dari Indonesia. Karena pandangan PDIP kokoh dalam konstitusi untuk setia kepada Pancasila dan NKRI. 

"Sekiranya tidak mau punya komitmen yang kuat terhadap NKRI sebagai kewajiban warga negara, ya dipersilakan untuk jadi warga negara lain," kata Hasto.

Meski demikian, dia tetap memahami mengapa Jokowi mengambil kebijakan membebaskan Abu Bakar Baasyir. Yaitu demi kemanusiaan. Hasto membantah kebijakan itu bernuansa politisasi dan demi elektoral.

"Kami tidak berbicara elektoral, kami berbicara tentang kemanusiaan," ucapnya.

Diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan kebebasan kepada terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir dengan alasan kemanusiaan. Meski demikian, Baasyir menolak untuk menandatangani surat pernyataan untuk setia pada Pancasila dan NKRI sebagai salah satu persyaratan kebebasan.

Kuasa hukum Presiden Jokowi, Yusril Ihza Mahendra mengungkap alasan penolakan Baasyir meneken surat tersebut karena kepercayaan dan pendirian Ba'asyir hanya untuk hal diyakininya dalam agama Islam.

"Pak Yusril kalau suruh tanda tangan itu saya tak mau bebas bersyarat, karena saya hanya patuh dan menyembah-Nya, inilah jalan yang datang dari Tuhan mu," kata Yusril menirukan perkataan Ba'asyir saat di Lapas Gunung Sindur, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.(liputan6)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)