Galeri Tenun Ikat NTT Di Perbatasan RI-Timor Leste

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Galeri Tenun Ikat NTT Di Perbatasan RI-Timor Leste

06 December 2018 18:38 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 3 kali
Indosiana - Galeri Tenun Limarasan Diak di Kelurahan Manumutin, Kota Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah diresmikan pada 3 Desember 2018. Peresmian ini dilakukan oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Naek Tigor.

Galeri Tenun tersebut merupakan bentuk Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dan salah satu bentuk dukungan Bank Indonesia terhadap Program Nawacita.

"Ini menegaskan pemerintah berkomitmen terhadap pembangunan karakter dan pengembangan pariwisata, serta ekonomi kreatif di Indonesia dan khususnya di Kabupaten Belu," ujar Tigor kepada wartawan seperti dilansir dari liptan6, Rabu (5/12/2018).

Gedung Galeri yang diberi nama 'Limarasan Diak' dalam bahasa tetun berarti karya kerajinan tangan yang bagus. Pembangunan Galeri Tenun atas sinergi yang baik dengan Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Belu dan Dekranasda Kabupaten Belu. 

Melalui Galeri Tenun, kata Tigor, pengrajin tenun ikat di Kabupaten Belu dan wilayah perbatasan lainya dapat memiliki wadah untuk memamerkan dan memasarkan tenun ikat yang dapat menjadi daya tarik pariwisata di Provinsi NTT.

"Semoga gedung yang megah dengan arsitektur menarik ini dapat menjadi Icon Kota Atambua yang menjadi cermin Indonesia di mata di negara tetangga," katanya.

Galeri tenun bisa dikembangkan menjadi Pusat Informasi Tourism di Kabupaten Belu bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Belu sebagai salah satu prasyarat pelayanan kepada wisatawan. Dengan berkembangnya pariwisata, kata Tigor, akan meningkatkan cadangan devisa dan membantu mengurangi defisit neraca berjalan di Indonesia.(liputan6)

KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari