Bangun Siang Bisa Tingkatkan Risiko Kematian

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Bangun Siang Bisa Tingkatkan Risiko Kematian

05 December 2018 10:39 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 7 kali

Indosiana - Tidur memang sesuatu hal yang menyenangkan. Kebayakan orang akan memilih untuk mendapatkan waktu tidur yang lebih lama. Namun, waktu tidur yang idsarankan untuk orang dewasa adalah sekitar 6 sampai 9 jam. 

Tidur terlalu lama ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan.Seperti yang dijelaskan pada studi yang diterbitkan dalam European Health Journal menyebutkan tidur lebih dari 9 jam akan meningkatkan risiko kematian dan penyakit kronis lainnya.

Data yang dikumpulkan dari 21 negara menemukan orang yang tidur lebih lama dari waktu yang direkomendasikan meningkatkan risiko stroke dan gagal jantung dengan risiko kematian mencapai 41 persen.

"Bangun terlalu siang terkait dengan peningkatan risiko pernyakit kardiovaskular dan kematian jika mereka tidur lebih dari 6 jam tetapi tidak pada waktu malam hari," kata Chuangshi Wang, peneliti dari Peking Union Medical Collage China, dikutip dari detik.

Wang melanjutkan, bangun lebih siang tampaknya karena mengimbangi kurang tidur di malam hari. Kebanyakan orang yang bangun terlalu siang akan mendapati diri mereka terserang beberapa penyakit kronis.

Sementara, Francesso Cappucio, profesor kardiovaskular dan epidemiologi di Warwick University mengatakan bukan tidur lama yang menyebabkan kematian. Tetapi kesehatan yang buruk biasanya ditandai dengan tidur lebih banyak.

"Orang yang memiliki penyakit yang belum terdeteksi biasanya cenderung memiliki waktu tidur yang panjang. Jika memiliki kanker, misalnya, mereka akan lebih letih dan lemah sehingga tidur lebih lama," pungkasnya."Orang yang memiliki penyakit yang belum terdeteksi biasanya cenderung memiliki waktu tidur yang panjang. Jika memiliki kanker, misalnya, mereka akan lebih letih dan lemah sehingga tidur lebih lama," pungkasnya.(detik)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari