Meski Diguyur Hujan, Warga Lereng Gunung Wilis Masih Kekurangan Air

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Meski Diguyur Hujan, Warga Lereng Gunung Wilis Masih Kekurangan Air

05 December 2018 09:59 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 7 kali
Indosiana - Wilayah Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur selalu diguyur hujan. Namun, masyarakat sekitar masih kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. Apalagi di Desa Bobang dan Desa Semen, di kedua desa yang berada di lereng Gunung Wilis tersebut sumur milik warga masih kering.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Randy Agatha mengatakan turunnya hujan di wilayah tersebut belum bisa memulihkan sumur warga.

Demi memenuhi kebutuhan air bersih warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kediri secara intensif terus mengirimkan pasokan air bersih.

"Sehari kita droping 7 sampai 8 truk tanki. Kita tidak membatasi terkait kwantitas maupun masanya. Waktu berapa lama, tetap kita cukupi sesuai kebutuhan dan hasil observasi," jelas Randy dilansir dari liputan6, Senin 3 Desember 2018.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat, apabila membutuhkan sesuatu hal terkait tentang kebencanaan, hendaknya segera berkordinasi dengan perangkat desa setempat.

Setelah dilakukan pendataan, sekitar kurang lebih 1000 kepala keluarga di Desa Bobang yang terkena dampak kekurangan air bersih.

"Untuk di Bobang itu ada seribuan kepala keluarga. Untuk yang kita laksanakan Droping kurang lebih 700 sampai 1000," ucapnya.

BPBD Kabupaten Kediri telah mendroping air bersih di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Semen. Diantaranya di Dusun Wonorejo Desa Sidomulyo sebanyak dua tangki. Serta tiga tangki di Dusun Tawang Sari Desa Bobang. Satu tangki truk air dengan kapasitas 4 ribu liter.

Memasuki musim penghujan seperti sekarang ini, pihak BPBD sudah menyusun dokumen kajian resiko bencana. Dalam hal ini pihak BPBD tidak hanya mengulas kajian tentang musibah bencana banjir saja, tetapi semua potensi ancaman bencana yang ada di wilayah Kabupaten Kediri.

"Kalau kita bicara memang memasuki musim penghujan, jelas ancaman utamanya adalah banjir, longsor, puting beliung, dan mungkin juga aliran lahar. Itu sudah kita petakan, dan kita juga mempunyai tim siaga bencana serta relawan - relawan yang tersebar disemua titik," katanya.

Potensi bencana longsor yang menjadi perhatian biasanya terjadi di lereng kaki Gunung Wilis dan Gunung Kelud. Potensi bencana longsor yang menjadi perhatian biasanya teradi di lereng kaki Gunung Wilis dipetakan menjadi 5 wilayah Kecamatan, diantaranya Mojo, Semen, Tarokan, Banyakan, Grogol. Sementara potensi longsor di lereng kaki Gunung Kelud mencakup dua wilayah Kecamatan yakni Ngancar dan Kandangan.(liputan6)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari