Makan Makanan Pedas Dapat Sebabkan Ingus, Kenapa?

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Makan Makanan Pedas Dapat Sebabkan Ingus, Kenapa?

28 November 2018 22:56 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 18 kali

Indosiana - Penikmat makanan pedas seringkali merasa terganggu ketika menyantap makanan kesukaan seperti saus sambal, kari panas, wasabi, dan makanan pedas lainnya. Hal mengganggu tersebut yaitu membuat hidung mengeluarkan cairan semacam ingus, mata berair, dan mulut serasa terbakar.

Kenapa bisa demikian?

Dilansir dari liputan6, Rabu (28/11/2018), rasa pedas khas yang dikandung dalam cabai berasal dari senyawa kimia alami bernama capsaicin. Zat inilah yang menyebabkan sensasi terbakar ketika menyentuh jaringan tubuh. Kualitas iritannya sangat terasa, sehingga semprotan lada disebut lebih melemahkan daripada gas air mata, demikian menurut laporan European Parliament's Scientific and Technological Options Assessment.

Tidak hanya itu, ada pula allyl isothiocyanate: minyak yang terkandung dalam seluruh tanaman genus Capsicum. Biasanya, allyl isothiocyanate digunakan oleh manusia sebagai bahan insektisida dan fungisida.

Dua senyawa ini dapat ditemukan pada jaringan plasenta cabai. Umumnya, tanaman tersebut akan memanfaatkan unsur itu sebagai senjata biologis untuk melawan hewan pemangsa. Cara kerja capsaicin yakni mengiritasi hampir seluruh jaringan lunak yang bersentuhan dengannya, sehingga mendatangkan sensasi terbakar yang luar biasa di lidah.

Di samping itu, zat tersebut juga menyebabkan 'sengatan' yang menyakitkan pada mata dan hidung. Ketika selaput lendir Anda terkena bahan kimia ini, saraf-saraf di dalamnya akan meradang dan mengaktifkan mode pertahanannya.

Sehingga, saat tubuh memproduksi cairan seperti ingus, lendir ini dipakai untuk menjebak alergen dan bahan tak diinginkan lainnya agar bisa keluar dari sistem pernapasan, dengan membuangnya melalui saluran hidung.

Semakin teriritasi membran hidung Anda, semakin banyak lendir yang dihasilkan. Sama halnya ketika terserang pilek dan hidung mampet, mengonsumsi makanan pedas dapat membuat Anda merasa sedikit lebih baik.

Namun, jangan terkecoh dengan khasiatnya, karena kelegaan itu hanya bersifat sementara dan membuat segala sesuatunya semakin buruk untuk jangka panjang.

Iritasi yang disebabkan oleh capsaicin dan allyl isothiocyanate, membuat otot dilator naris yang ada di hidung mengambil lebih banyak oksigen, meski untuk sementara waktu.

Reseptor di hidung kemudian memberitahu otak bahwa Anda sudah bisa bernapas lebih mudah. Namun, ini semua adalah tipu muslihat yang rumit. Saat efek dari pedas berkurang, Anda kembali seperti semula: susah menghirup udara pada salah satu lubang hidung dan menghasilkan lebih banyak ingus.

Cara terbaik untuk mengalahkan rasa pedas ialah jangan sekali pun minum air mineral dingin, bir, teh, atau kopi. Tenggak saja segelas susu.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Physiology & Behavior, susu mengandung protein yang disebut kasein, yang merupakan molekul lipofilik (pecinta lemak) yang mengikat molekul capsaicin dan menetralkan mereka. Layaknya deterjen yang menyingkirkan noda membandel.

Menurut studi serupa, reaksi kimia yang terjadi antara capsaicin dan sukrosa (gula meja), juga bisa meredakan kepedasan. Untuk itulah, apabila Anda tidak menemukan susu, cobalah melarutkan dua sendok teh gula dalam segelas air mineral dingin.(liputan6)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari