Rizal Melaporkan Balik Surya Paloh

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Rizal Melaporkan Balik Surya Paloh

26 November 2018 14:25 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 20 kali
Indosiana - Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian memenuhi panggilan penyidik kepolisian atas kasus pencemaran nama baik Surya Paloh atas dirinya.

Hal tersebut disampaikan ole Rizal di Bareskrim Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (26/11/2018).

"Kedatangan kami hari ini adalah menindaklanjuti dari laporan kami ke Bareskrim tentang adanya dugaan pencemaran nama baik kami oleh saudara Surya Paloh dan Nasdem," tutur Rizal dilansir dari liputan6.

Ia mengatakan bahwa laporan yang dibuta Surya Paloh atas dirinya di Polda Metro Jaya tidak masuk akal. Apalagi menurutnya, Ketua Umum Partai Nasdem tersebut tokoh pers yang seharusnya mengerti mekanisme hukum jurnalistik di Tanah Air.

"Jika ada perbedaan pendapat atau interpretasi, maka mahkamah yang benar adalah Dewan Pers. Karena apa yang kami sampaikan di televisi yaitu TV One dan Kompas TV. Harusnya Bung Surya Paloh memahami jika ada perbedaan pendapat, diajukan ke Dewsn Pers," jelas dia.

Mantan Menko Maritim itu menyebut telah didampingi oleh 30 kuasa hukum dari berbagai firma dan asosiasi. Dia mengklaim keseluruhan pengacara itu membantu memenangkan laporan tersebut dengan sukarela.

"Kami mengajukan tuntutan ke Surya Paloh dan Nasdem karena merusak nama baik dan reputasi kami," kata Rizal.

Rizal juga meminta Surya Paloh membayar kerugian sebesar Rp 1 triliun. Nantinya jika berhasil memenangkan kasus tersebut, uang yang diterima akan diberikan kepada para petani gula, tebu, beras, dan petambak garam yang dirugikan oleh impor pemerintah yang dinilai melebihi batas.

"Semoga kita menang kasus ini. Semoga hasil ganti rugi kita bisa gunakan untuk petani dan petambak," Rizal menandaskan.

Sebelumnya, Partai Nasdem melaporkan mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli ke Polda Metro Jaya.

Laporan itu diduga soal pernyataannya yang menuding Ketua Umum Surya Paloh berada di balik kebijakan impor gula, beras, dan garam yang dilakukan pemerintah. Laporan itu diterima kepolisian Polda Metro Jaya dengan nomor TBL/4963/IX/2018/PMJ/Dit Reskrimum tertanggal 17 September 2018.

Rizal terancam Pasal 310 dan atau 311 KUHP dan atau Pasal 27 Ayat 3 junto Pasal 45 Ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Rizal Ramli kemudian melaporkan balik Surya Paloh ke Bareskrim Polri dengan dugaan pencemaran nama baik. Laporan tersebut diterima oleh Bareskrim Polri dengan Nomor LP/B/1309/X/2018/BARESKRIM tertanggal 16 Oktober 2018.

Pasal yang disangkakan adalah tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik, fitnah UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP 27 ayat 3 Jo Pasal 45 ayat 3, 310 KUHP dan 311 KUHP.(liputan6)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari