A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

Ini Kata Susi Soal Sampah Plastik Dalam Perut Paus Mati

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Ini Kata Susi Soal Sampah Plastik Dalam Perut Paus Mati

21 November 2018 20:00 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 67 kali
Jakarta - Seekor paus sperma berwarna hitam ditemukan mati di Pulau Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Hal janggal ditemukan pada kematian paus ini, yaitu di dalam perut paus ditemukan banyak sampah. Kematian paus tersebut hingga saat ini masih diteliti.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan dengan adanya kejadian tersebut semua pihak harus mengurangi penggunaan sampah dan jangan membuang sampah sembarangan.

"Kita semua harus mengurangi penggunaan sampah dan buangnya sembarangan. Ini harus mulai dicegah," kata dia di Ruang Auditorium Tuna Lantai 15, Gedung Mina Bahari IV Jakarta Pusat,dikutip dari detik, Rabu, (21/11/2018).

Sebagai informasi, dalam kejadian tersebut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berusaha mengidentifikasi matinya seekor paus sperma berwarna hitam ditemukan mati di Pulau Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Hingga saat ini untuk temuan awal saja, di dalam perut paus terdapat 6 kilogram sampah.

Penemuan bangkai paus sperma tersebut berawal saat Taman Nasional Wakatobi SPTN menerima laporan dari anggota staf WWF SESS tentang adanya bangkai paus yang terdampar di perairan Pulau Kapota, Resort Wangi-Wangi.

Personel SPTN Wilayah I bersama WWF SESS, tim dosen Akademi Komunitas Perikanan dan Kelautan Wakatobi, serta masyarakat langsung datang melakukan peninjauan lapangan pada 19 November 2018, sekitar pukul 08.00 Wita.

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, jenis paus yang terdampar merupakan paus sperma (Physeter macrocephalus) dengan ukuran panjang kurang-lebih 9,5 meter dan lebar kurang-lebih 4,37 meter dalam keadaan mati dan sudah mulai membusuk.(detik)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari