Tidak Hanya Leukimia, Multiple Mieloma Ternyata Lebih Berbahaya

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Tidak Hanya Leukimia, Multiple Mieloma Ternyata Lebih Berbahaya

20 November 2018 20:07 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 16 kali
Indosiana - Kebanyakan orang hanya mengetahui leukimia sebagai penyakit darah. Namun, ternyata ada jenis kanker darah lainnya yang mesti jadi perhatian yaitu Multiple mieloma.

Tidak sedikit orang yang 'terkecoh' yang menyangka penyakit daraj satu ini penyakit tulang biasa.

Dr dr Ikhwan Rinaldi dalam acara tahunan Rumah Sakit Gading Pluit 'Recent Update In Cancer Management' pada Sabtu, 17 November 2018 menjelaskan soal kanker darah jenis ini.

Ia menyebutkan multiple mieloma merupakan kanker darah yang ditandai dengan peningkatan kadar sel plasma-sel yang berfungsi membuat antibodi dalam darah-di dalam sumsum tulang secara berlebihan yang bisa berdampak pada komplikasi lebih lanjut kondisi lain, seperi anemia, tulang keropos, dan gangguan fungsi ginjal.

Penyakit ini, kata Ikhwan, bisa jadi mematikan bila salah penanganan.

"Pada kanker ini ada produksi antibodi berlebihan, tetapi antibodi ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya, yang justru menurunkan daya tahan tubuh," kata Ikhwan seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Senin, 20 November 2018.

Dokter yang sehari-hari berpraktik di Rumah Sakit Medistra dan Rumah Sakit Gading Pluit ini, melanjutkan bahwa Multiple mieloma juga mengakibatkan kadar kalsium darah meningkat, karena adanya kerusakan tulang. Kalsium yang tinggi dalam darah bisa mengganggu irama jantung.

Sayangnya, kanker satu ini sering tidak terdeteksi. Jika terdeteksi pun, gambaran yang terlihat pertama kali malah mirip sama penyakit lainnya. Penderita keropos tulang, misalnya, sering kali tidak menduga adanya Multiple mieloma di dalamnya.

Akan tetapi bukan berarti tidak bisa mendeteksi atau membedakan Multiple mieloma ini. Menurut Ikhwan, jika diketahui kadar globulin lebih tinggi dari nilai albumin, perlu dipertimbangkan diagnosis penyakit ini.

Kemudian, pasien akan melanjutkannya dengan pemeriksaan adanya antibodi atau imunoglobulin yang dominan dalam darah. Apakah itu IgG, IgM, atau IgA. Dan yang tidak kalah penting, memeriksa aspirasi atua biopsi sumsum tulang guna menemukan kadar sel plasma yang berlebihan.

"Menemukan Multiple mieloma bukan hal yang terlalu sulit," katanya. "Tapi terkadang terlupakan," ujar Ikhwan melanjutkan.

JiKa tidak terdiagnosis dengan cepat, Multiple mieloma bisa mengancam nyawa.

"Karena kadar globulin yang tinggi dalam darah, aliran darah menjadi tidak lancar, terutama ke otak. Sehingga bisa bikin koma dan berujung kematian."

Namun, pasien tak perlu takut karena pasien bisa menikmati hidup yang lebih lama bila mendapat penangan yang tepat.

Ikhwan berpesan, jika mengalami gangguan ginjal atau keropos tulang, selalu ingat ada kemungkinan lain, yaitu penyakit kanker sel plasma atau Multiple mieloma.

"Pengobatan Multiple mieloma saat ini sudah mengalami kemajuan pesat. Kemajuan ini membuat pasien bisa bertahan hidup lebih lama," kata Ikhwan.

"Karena itu, menemukan diagnosis Multiple mieloma akan memberikan harapan hidup lebih panjang bagi pasien," kata pria yang juga berprofesi sebagai dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.(liputan6)


KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari