Gempa Guncang Mamasa 19 Kali Hari Ini

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Gempa Guncang Mamasa 19 Kali Hari Ini

15 November 2018 20:49 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 204 kali

Indosiana - Wilayah kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) kembali diguncang gempa susulan secara berulang-ulang sebanyak 19 kali pada Kamis (19/11/2018).

Hal tersebut disampaikan oleh Ti Posko BMKG Makssar, Kaharuddin, saat dikonfirmasi di Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

"Untuk hari ini 15 November 2018 hingga pukul 10.55 Wita gempa terjadi tercatat sebanyak 19 kali dan dirasakan 15 kali," kata Kaharuddin.

Ia melaporkan dari posko BMKG Koramil 05 Mamasa, 1402 Polman, Sulbar, menyatakan gempa tektonik tersebut terjadi sejak pagi tadi hingga menjelang siang. Tim yang diturunkan terus memantau perkembangan di sana.

"Berdasarkan data jumlah getaran gempa bumi tektonik terjadi tercatat sebanyak 119 kali yang terasa sejak awal gempa di Mamasa dan wilayah sekitarnya," katanya.

Pihak Kahar, bersama Tim Terpadu Posko Gempa Mamasa sudah mengimbau serta menenangkan masyarakat yang masih mengungsi di lapangan setempat agar tetap tenang dan tidak panik menghadapi fenomena alam tersebut.

Hasil analisis BMKG saat terjadi gempa 15 November 2018 pukul 06.01 Wita, menunjukkan gempa bumi ini memiliki kekuatan 5,5 SR. Gempa susulan juga dilaporkan selang beberapa menit kemudian hingga menjelang siang.

Tercatat, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,95 Lintang Selatan (LS) dan 119,41 Bujur Timur (BT) tepatnya berlokasi di darat pada jarak 5 kilometer arah timur Kota Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulbar pada kedalaman 10 kilometer.

"Dengan memperhatikan kedalaman hiposenternya, yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono.

Dari hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Kabupaten Mamasa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme turun. Melalui siaran persnya, Rahmat menyebutkankan guncangan gempa bumi tersebut dilaporkan dirasakan di daerah Mamasa dan Toraja dalam skala intensitas IV MMI serta Mamuju III MMI.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Namun masyarakat diminta tetap tenang tidak perlu panik. Dari hasil monitoring BMKG pada pukul 06.24 WIB, menunjukkan dua aktivitas gempa susulan (aftershock). Gempa ini tidak menyebabkan tsunami.(okezone)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)