Sistem Kargo Bandara Bengkulu Dievaluasi Gara-gara Durian

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Sistem Kargo Bandara Bengkulu Dievaluasi Gara-gara Durian

07 November 2018 11:10 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 15 kali

Indosiana - Sistem pengemasan dan kargo Bandara Fartawati Soekarno, Bengkulu akan dievaluasi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hal ini dilakukan pasca kejadian turunnya penumpang Sriwijaya Air SJ091 rute Bengkulu-Jakarta pada 5 Novembber 2018 akibat bau durian yang diangkut pesawat.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar udara (UPBU) Fatmawati Sukarno Anies Wadhana menjelaskan mengenai evaluasi tersebut.

"Untuk mengatasi agar kejadian ini tidak terulang lagi, kami sudah berkoordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang. Rencananya, Tim akan melakukan evaluasi terkait tata cara pengemasan dan proses loading kargo barang-barang yang mempunyai bau unik agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan penumpang," kata Fatmawati dalam keterangannya, Rabu (7/11/2018).

Hasil evaluasi tersebut akan disosialisasikan bersama oleh UPBU Fatmawati Bengkulu, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang dan pihak Sriwijaya kepada stakeholder termasuk pihak shipper terkait penanganan dan pengangkutan barang-barang yang mempunyai bau khas.

Ia juga memastikan bahwa durian yang diangkut di dalam bagasi pesawat hanya 2.025 kg bukan mencapai 3 ton seperti informasi yang beredar.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara, M. Pramintohadi Sukarno sebelumnya telah meminta kepada pihak maskapai penerbangan dan pengelola bandara agar mengacu pada SOP yang berlaku untuk penanganan dan pengangkutan kargo atau barang-barang berbau menyengat supaya tidak mengganggu kenyamanan penumpang.

“Membawa durian, terasi, ikan asin dan barang berbau menyengat ke pesawat memang tidak dilarang, karena durian tidak termasuk kategori dangerous goods, namun dalam penanganannya ada SOP dan harus mengacu pada SOP tersebut," ujar Pramintohadi.

Pengangkutan durian yang merupakan komoditi dari daerah Bengkulu ini memang sudah diangkut dengan pesawat sejak 2015.

“Boleh saja mengangkut komoditi seperti durian, terasi, ikan asin dan barang lain yang mempunyai bau khas dan menyengat. Namun, yang harus diperhatikan adalah proses pengemasannya sampai dengan loading kargo tersebut ke bagasi pesawat, harus sesuai dengan SOP yang berlaku, jangan sampai penumpang merasa tidak nyaman dengan bau-bauan yang ditimbulkan," jelas Pramintohadi.

Penerbangan Sriwijaya SJ 091 rute Bengkulu-Jakarta terpaksa menunda keberangkatan akibat pihak maskapai bersitegang dengan penumpang pada Minggu 4 November 2018. Sebab, penumpang merasa terganggu dengan aroma durian yang masuk ke ruang kabin pesawat.

Kejadian bermula ketika penumpang mulai memasuki ruang kabin pesawat. Penumpang mencium aroma durian dan kondisi kabin panas. Akhirnya penumpang dan pihak Sriwijaya sempat adu mulut mengenai kondisi tersebut. Ternyata terdapat durian dalam bagasi pesawat.

Humas Sriwijaya Air Willy membenarkan kejadian tersebut. Namun, dia mengungkapkan, mengangkut durian dalam bagasi pesawat itu tidak melanggar aturan.

"Betul Mas, kejadian tersebut. Tapi sesuai SOP kita enggak salah kok mengangkut durian," katanya dilansir dari liputan6.

Dia mengungkapkan, durian yang sempat dipindahkan itu akhirnya diterbangkan juga ke Jakarta menggunakan maskapai lain. Sehingga, Willy meyakini apa yang dilakukan pihaknya bukan merupakan pelanggaran.

"Yang pasti pada akhirnya durian itu dipindah dan jadi diterbangkan oleh maskapai lain. Jadi, sebetulnya enggak salah, kan?" ujarnya.(liputan6)

KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari