Ini Dia Penyebab Mata Lelah

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Ini Dia Penyebab Mata Lelah

30 October 2018 21:39 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 27 kali


Indosiana - Banyak orang yang mengalami mata lelah meskipun sudah beristirahat secara cukup. Penyebabnya ialah terlalu lama menatap layar gadget. Entah itu ponsel, tablet, laptop, TV, dan sebagainya.

Sebanyak 75%-90% orang yang bekerja di depan visual display terminal akan mengalami asthenopia atau mata lelah. Kondisi ini memang tidak menyebabkan gangguan penglihatan atau kebutaan secara langsung hanya saja dapat mengganggu produktivitas.

Asthenopia dapat menyebabkan nyeri pada mata, mata berair, perasaan terbakar, iritasi, nyeri kepala, pandangan ganda, dan pandangan buram. Dokter spesialis mata, dr Rina La Distia Nora, SpM (K), PhD dilansir dari okezone menjelaskan penyebab Asthenopia.

"Asthenopia dapat disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Faktor internal, pertama otot yang mengatur besar kecilnya pupil berdasarkan cahaya. Kedua, otot yang mengatur tebal tipisnya lensa berdasarkan jarak pandang," ujar Rina dalam acara peluncuran "Philips MyCare LED", Selasa (30/10/2018) di Jakarta.

Rina mnyebutkan pada saat melihat di tempat gelap pupil akan membesar. Sedangkan di tempat terang pupil akan menipis. Begitu juga dengan otot pada lensa. Bila melihat jauh maka lensa akan menipis. Namun saat melihat dekat maka lensa akan melebar. Kondisi itu bila berlangsung dalam waktu lama dapat membuat mata lelah.

Sedangkan faktor eksternalnya yaitu, pertama iritasi atau faktor dari lingkungan sekitar sehingga menyebabkan mata kering. Memaksa melihat dengan cahaya redup, paparan sinar yang sangat terang, dan flickr dari lampu juga turut berpengaruh. Selanjutnya ada suhu lingkungan, kelembapan lingkungan, penurunan frekuensi kedipan mata, serta posisi saat membaca atau bekerja di depan komputer yang memengaruhi besar bukaan area permukaan mata.

"Membaca atau menggunakan komputer terlalu lamm dapat membuat otot di lensa akan bekerja keras. Kalau ada gangguan refraksi (miopia, hipermetrop, dan astigmatisma), maka kerja otot semakin berat," tambah dr Rina.

Untuk mengatasii kelelahan pada mata, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah teknik 20-20-20.

"Jadi sebenarnya teknik itu dari luar negeri yaa. Setiap 20 menit istirahat minimal 20 detik untuk melihat jauh minimal 20 feet yaitu 6 meter. Tapi kalau saya senangnya microbreaks dan macrobreaks," kata dr Rina.

Untuk microbreaks, Ia menyarankan setiap 20 menit paling tidak stretching matanya. Lihat jarak jauh sehingga lensa menjadi menipis lagi.

"Jadi lensa menipis lagi tidak kontraksi terus menerus. Kalau matanya mulai kering bisa diteteskan air mata buatan," imbuh dr Rina.

Selanjutnya untuk macrobreaks setiap 3-4 jam istirahatnya agak panjang. Waktunya minimal 30 hingga 40 menit. "Bisa digunakan untuk makan siang, salat, atau kalau misalkan kantor ada jendelanya pandang aja jarak jauh. Jadi mata dikasih istirahat," pungkas dr Rina.(okezone)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari