Polri : Isu Penculikan Anak Sebagian Hoaks

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Polri : Isu Penculikan Anak Sebagian Hoaks

28 October 2018 16:36 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 23 kali
Indosiana - Akhir-akhir ini isu penculikan anak di berbagai daerah melalui media sosial sangat menghebohkan. Namun, Polri menyatakan bahwa kabar tersebut hanyalah hoaks atau kabar bohong.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Penerbangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Minggu (28/10/2018).

"Itu hoaks, sudah diklarifikasi oleh tim Siber Polri. Sejauh ini polisi belum menerima laporan dari masyarakat terkait masalah penculikan itu," ujar dilansir dari liputan6.

Polri mengingatkan masyarkat untuk lebih cerdas menyikapi informasi, video ataupun gambar yang beredar di media sosial. Masyarakat juga diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Kalau ragu-ragu silakan untuk diklarifikasi dan dikonfirmasi ke kepolisian terdekat. Jadi info-info yang tersebar itu mohon maaf sebagian besar hoaks," katanya.

Ia juga meminta masayrakat untuk tidak main hakim sendiri jika menemukan orang mencurigakan. Apalagi isu yang beredar menyebutkan, rata-rata pelaku penculikan berpura-pura sebagai orang gila.

"Kalau melihat orang yang mencurigakan, sebaiknya lapor kepada petugas terdekat, kepolisian atau Ketua RT/RW. Jangan melakukan tindakan-tindakan main hakim sendiri, karena itu akan merugikan semua pihak," ucap Dedi.

Jumat 26 Oktober 2018 siang, ratusan warga menangkap tiga perempuan bercadar di salah satu yayasan sekolah kawasan Rajabasa, Bandar Lampung yang dicurigai sebagai pelaku penculikan.

Masyarakat resah terkait maraknya isu penculikan anak di bawah umur yang beredar luas di media sosial. Warga kemudian menyerahkan ketiganya ke polisi.

Namun dari hasil pemeriksaan petugas, ketiga perempuan ini merupakan bibi dari siswa SD tersebut. Mereka berencana akan menjemput dua keponakannya untuk dibawa pulang ke kampung halaman di Way Kanan. Karena orangtua kedua bocah tidak sanggup lagi membayar biaya asrama di sekolah.

Polisi kemudian mengizinkan ketiga perempuan bercadar ini membawa kedua keponakannya pulang.(liputan6)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari