Ini Yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Minum Soda

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Ini Yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Minum Soda

28 October 2018 15:07 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 29 kali
Indosiana - Minuman bersoda dingin sangat menyegarkan apalagi kalau di minum saat cuaca panas. Namun, mengkonsumsi minuman bersoda berlebihan tidak baik bagi tubuh.

Sebaiknya anda mendinginkan diri dengan air putih jika membutuhkan rehidrasi, karena kanndungan gula tinggi dalam minuman bersoda tidak bagus untuk tubuh.

Melansir liputan6 pada Minggu (28/10/2018), ketika Anda mengonsumsi minuman bersoda, ada banyak hal yang terjadi dalam tubuh satu jam setelah mengonsumsinya. Dalam 10 sampai 15 menit pertama, usus akan mengalirkan gula ke darah Anda. Hal tersebut meningkatkan kadar glukosa.

Hal ini terjadi dengan cepat. Beberapa organ dalam tubuh akan bekerja sangat keras agar tubuh bisa memproses gula tersebut.

Kemudian, pankreas akan mengeluarkan insulin untuk membantu mengangkut gula (yang merupakan karbohidrat) ke otot sebagai energi. Namun, soda itu mengandung lebih banyak gula daripada yang dibutuhkan otot.

"Ketika seseorang mengonsumsi soda sebanyak 20 ons, mereka mendapatkan beban karbohidrat seluruh makanan melalui cairan," jelas endokrinologi dan Asisten Profesor kedokteran di University of Chicago Medicine, Meltem Zeytinoglu, dikutip dari liputan6.

"Dalam kebanyakan kasus, soda dikonsumsi di samping makan besar, sehingga karbohidrat tambahan perlu diproses. Gula ekstra ini, bukannya disimpan dalam jaringan otot, namun diubah menjadi lemak di hati," tambah Meltem.

Tidak hanya itu, ginjal juga ikut berperan dalam proses ini. Mereka membantu membuang kelebihan gula melalui urin. Itu berarti, tubuh akan kehilangan air bersama efek diuretik kafein dalam soda dan meningkatkan risiko dehidarsi. Sehingga, menurut Meltem, gula dan kafein dalam soda adalah kombinasi tidak sehat.

Menurut ahli gizi di Los Angeles, Cordialis Msora-Kasago, yang paling penting adalah mengontrol porsinya, tidak harus menghindari soda.

"Sesekali soda tidak akan memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan. Masalahnya adalah jika itu menjadi kebiasaan. Carilah minuman non-kalori yang bisa Anda nikmati seperti es teh, air, dan infused water," tambahnya.(liputan6)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari