Keseringan Minum Teh Bisa Pemicu Anemia

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Keseringan Minum Teh Bisa Pemicu Anemia

22 October 2018 21:02 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 49 kali

Indosiana - Sebagian masyarakat Indonesia sangat suka mengkonsumsi teh. Apalagi di pagi hari atau cuaca dingin. Tak hanya itu, teh juga kerap dijadikan sebagai teman makan.   

Tak banyak yang tahu, teh yang sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia ternyata dapat menyebabkan penyakit anemia. Bahkan, angka prevalensi anemia di Indonesia cukup tinggi salah satunya karena kebiasaan minum teh.

“Jadi, memang kenapa sih prevalensi anemia di Indonesia tinggi? Ternyata salah satunya karena kebiasaan minum teh saat makan atau sesaat setelah makan,” ujar dr. Arti Indira, M.Gizi, Sp.GK dikutip dari Okezone, Senin (22/10/2018).

Indira menjelaskan, teh tidak tepat bila diminum saat makan atau sesaat setelah makan, karena teh mengandung tannin yang dapat mengganggu penyerapan zat besi. Sedangkan, zat besi adalah salah satu bahan yang diperlukan tubuh untuk membentuk sel darah merah. Jadi, tingginya angka prevalensi anemia di Indonesia salah satunya karena kebiasaan minum teh yang tidak tepat.

“Biasanya memang kalau kita punya kebiasaan minum teh, sebaiknya jangan minum sewaktu makan atau setelah makan. Sebaiknya, kasihlah dua hingga tiga jam jeda, jadi minum teh ada di antara waktu makan, bukan saat makan,” imbuhnya.

Manusia memiliki jadwal makan yang sudah benar, yaitu sarapan, lalu ada waktu snack, baru makan siang. Sedangkan jarak waktu makan antara empat hingga lima jam, karena kadar gula darah pada tubuh sudah mulai menurun, jadi manusia harus makan lagi. Sementara untuk bisa menikmati secangkir teh bisa dilakukan dua jam setelah makan.

“Sarapan dengan minum teh pun termasuk kebiasaan yang mesti dihilangkan, karena dapat mengganggu penyerapan zat besi. Baik itu teh hangat atau dingin, manis atau tawar, teh tetap mengandung tannin yang dapat mengganggu penyerapan zat besi,” jelas Indira.

Menurut Indira, semua jenis teh sama mengandung tannin yang dapat mengganggu penyerapan zat besi, baik itu teh melati, teh hitam, hingga teh hijau.

“Yang membedakan adalah kadar antioksidannya. Jadi, misal teh hijau kan biasa dipakai untuk diet, padahal dia mengandung antioksidan tinggi yang dapat membantu memperlancara dan memudahkan metabolisme, kalau minum the hijau pun jangan habis makan, tetapi di antara waktu makan,” ujarnya.

Indira berpesan, agar meminum teh satu hingga dua jam setelah makan. Jangan diminum ketika makan atau sesaat setelah makan apalagi kebiasaan minum teh di pagi hari.(okezone)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari