Remaja Ini Kehilangan Nyawa Akibat Mi Instan

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Remaja Ini Kehilangan Nyawa Akibat Mi Instan

19 October 2018 15:59 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 39 kali

Indosiana - Mi instan merupakan makanan yang cukup banyak digemari, bahkan sampai ada yang mengkonsumsinya setiap hari. Maskipun telah banyak yang embuktikan makan itu tidak baik untuk kesehatan.

Bagi anda yang sering makan mi instan, sebaiknya mengurangi atau mengubah kebiasaan sering mnegkonsumsi mi instan. Jangan samapai seperti seorang pemuda Taiwan berusia 18 tahun belum lama ini diketahui meninggal karena kanker perut.

Dilasir dari okezone, Jum'at (19/10/2018), pemuda itu diketahui senang mengonsumsi mi instan setiap hari. Kebiasaannya ini sudah dimulai sejak ia masih duduk di sekolah menengah. Biasanya dia akan memasak sebungkus mi instan setiap kali merasa lapar tengah malam. Ketika dirinya lulus dari sekolah menengah dan berhasil masuk ke universitas, pemuda itu mulai menunjukkan gejala seperti perut kembung, mual, dan sakit perut.

Akhirnya keluarga membawanya ke rumah sakit untuk perawatan medis karena kondisinya yang tak kunjung membaik. Setelah dilakukan observasi, diagnosis yang ditemukan dokter cukup mengejutkan. Pemuda itu dinyatakan terserang kanker perut stadium akhir. Harapan hidupnya pun dikatakan sangat tipis karena kanker telah menyebar ke organ-organ lain.

Setelah berjuang melawan kanker selama lebih dari setahun, ia akhirnya meninggal dunia. Ahli onkologi di rumah sakit tempat pemuda itu dirawat, Dr Gan mendesak masyarakat untuk mengurangi konsumsi sosis, daging asap, makanan acar, dan mi instan karena telah dikaitkan menjadi penyebab kanker. Hal senada juga diungkapkan oleh dokter lain, Dr Lau.

Menurutnya, pasien dengan kanker perut biasanya menunjukkan gejala yang sangat sedikit pada tahap awal. Kondisi mereka sering salah didiagnosis sebagai gastritis. Inilah alasan sekira 80 persen pasien kanker perut sudah berada di tahap terminal ketika akhirnya didiagnosis.

Menurut American Cancer Society, gejala kanker perut meliputi nafsu makan yang buruk, berat badan turun secara tiba-tiba, sakit perut, rasa ketidaknyamanan di perut, rasa kenyang di perut bagian atas biarpun hanya konsumsi makanan ringan, mulas atau gangguan pencernaan, mual, muntah, serta darah di tinja.(okezone)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari