Kemenpar-Expedia Tingkatkan Kerja Sama Digital

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Kemenpar-Expedia Tingkatkan Kerja Sama Digital

19 October 2018 14:51 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 29 kali

SINGAPURA - Revolusi berbasis teknologi digital terjadi di industri pariwisata. Pesatnya pertumbuhan internet dan penggunaan smartphone jadi penyebab. Untuk mengantisipasinya, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meningkatkan kerja sama dengan Expedia.

Tidak tanggung-tanggung, Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung hadir di acara launching kerja sama digital antara Kemenpar dan Expedia yang dilaksanakan di kantor Expedia Singapura. Tepatnya di area Beach Road, Singapura, Jumat (19/10).

Expedia adalah salah satu Online Travel Agent (OTA) internasional terbesar yang ada di 75 negara. Expedia menyediakan penerbangan, hotel, penyewaan mobil, kapal pesiar, tiket atraksi, paket perjalanan, dan lainnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, tren saat ini baik personal, mobile, dan interactive, sudah serba digital. Penggunaan teknologi digital ini dianggap empat kali lebih efektif dibandingkan media konvensional.

“Costumer kita sudah berubah, 70 persen search and research sudah digital. Akan menjadi aneh kalau kita juga tidak digital,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, pangsa pasar travel agency online meningkat hingga Rp 3 triliun pada 2015. Diproyeksikan tumbuh 28 persen menjadi Rp 10 triliun di tahun 2020.

"Teknologi digital pada pariwisata digunakan untuk memudahkan wisatawan dalam melakukan seamless customer experience dalam mencari (look), memesan (book), dan membayar (pay) layanan wisata," ungkapnya.

Dengan kerja sama ini, akan muncul tren sharing economy di sektor pariwisata. Model bisnis berbagi ini merupakan cara baru yang dilakukan oleh generasi baru untuk melakukan bisnis dengan cara yang efisien.

"Karena saling berbagi dalam memanfaatkan aset atau resources. Maka terjadilah sharing economy," tambahnya.

Menpar Arief Yahya menambahkan, busnis berbagi ini sangat berdampak pada pariwisata. Dari sisi informasi 90%, akomodasi 89%, dan transportasi 88%.

"Hal ini tentu sangat penting untuk pariwisata Indonesia yang tumbuh 22 persen pertumbuhan wisatawan, tiga kali lebih tinggi dari pasar regional dan global," pungkasnya.

Kemenpar melalui Asdep Strategi dan Komunikasi Pemasaran II sebenarnya sudah melakukan kerja sama dengan Expedia. Kerja sama berupa publikasi selama dua tahun berturut-turut dari tahun 2016 hingga 2017.

Tahun ini, Asdep Strakom II dan Expedia juga akan memperluas area kerja sama digital. Yaitu integrasi website indonesia.travel dengan platform Expedia.

"Tujuan kerja sama digital dengan melakukan integrasi web indonesia.travel dengan platform Expedia adalah, untuk membuat pengunjung web indonesia.travel dapat melakukan pembelian produk Expedia pada platform Expedia. Sehingga melengkapi alur Look-Book-Pay di web indonesia.travel," jelas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya.

Nia berharap, kerja sama ini dapat meningkatkan angka traffic ke website promosi pariwisata www.indonesia.travel sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dari 18 target pasar.

"Selain itu Expedia juga diharapkan menyediakan diskon atau kupon sehingga harga yang diberikan bisa lebih terjangkau," harap Nia.(kemenpar)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari