Laba Bersih BNI Meningkat Pada Kuartal III 2018

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Laba Bersih BNI Meningkat Pada Kuartal III 2018

18 October 2018 20:42 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 29 kali

Indosiana - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) membukukan laba sebesar 11,44 triliun rupiah pada kuartal III 2018. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka ini tumbuh 12,6 persen.

Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo di Kantornya menyebutkan kinerja positif BNI tersebut.

"Kinerja positif BNI tersebut tercapai di tengah pengetatan likuiditas yang bersumber dari ketidakpastian makro ekonomi global," kata dikutip dari liputan6, Kamis (18/10/2018).

Tidak hanya perbaikan kualitas aset, laba bersih juga disorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII). NII BNI mengalami peningkatan sebesar 10,6 persen dari Rp 23,51 triliun pada kuartal III 2017 menjadi Rp 26,01 triliun pada Kuartal III 2018.

Pertumbuhan ini juga lebih tinggi dibandingkan NII per Juli 2018 yang hanya mencapai 4,5 persen. "Pertumbuhan NII tersebut merupakan hasil dari penyaluran kredit BNI yang tetap terkelola dengan prudent dan optimal," kata dia.

Selain itu, pendukung pertumbuhan laba bersih BNI lainnya juga didorong oleh pendapatan non bunga yang tumbuh sebesar 6 persen secara tahunan, yaitu dari Rp 7,18 triliun pada Kuartal III 2017 menjadi Rp 7,61 triliun pada Kuartal III 2018.

"Pendapatan non-bunga pada Kuartal III 2018 didorong oleh peningkatan kontribusi fee dari segmen business banking. Antara lain fee dari trade finance tumbuh 16,3 perseb secara tahunan dan fee dari bank garansi tumbuh 28,4 persen yoy," imbuhnya.

Sementara, penyokong utama pendapatan non bunga juga berasal dari pertumbuhan pada bisnis consumer dan retail. Antara lain fee pengelolaan rekening yang tumbuh 8,8 persen yoy dan fee bisnis kartu yang tumbuh 6,9 persen yoy.

Adapun pada kuartal III tahun 2018, BNI juga mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 142 persen yoy. Komposisi DPK didominasi oleh dana murah (CASA) yang mencapai 61,9 persen atau meningkat 60,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017.(liputan6)


KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari