Kurang Tidur Bisa Akibatkan Kematian

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Kurang Tidur Bisa Akibatkan Kematian

08 October 2018 21:51 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 37 kali

INDOSIANA - Tidur tidak hanya untuk istirahat saja, tidur juga bermanfaat untuk kesehatan otak dan membuat suasana hati lebih baik. Namun, jika kurang tidur akan berbahaya bagi pembuluh nadi atau arteri.

Sebuah penelitian yang dipresentasikan di European Society of Cardiology Congress 2018 di Munich Jerman mengatakan ada hubungan antara kurang tidur dengan durasi kurang dari enam jam per hari, atau terbangun beberapa kali saat tidur malam, dengan pengerasan arteri.

Melansir dari liputan6 pada Senin (8/10/2018), penelitian yang dilakukan Fernando Dominjuez dari Spanish National Centre for Cardiovascular Research ini, memantau kualitas dan kuantitas tidur dari 3,974 orang dewasa setengah baya yang sehat, selama tujuh hari.

Mereka dibagi menjadi lima kelompok berdasarkan lamanya tidur. Peneliti menggunakan teknologi ultrasonik untuk menilai arteri kaki dan leher partisipan.

Para peneliti menemukan, orang yang tidur dengan durasi sangat pendek atau kurang tidur, memiliki lebih tinggi risiko terkena aterosklerosis atau pengerasan arteri, dibandingkan dengan orang yang memiliki tujuh sampai delapan jam tidur.

Arteriosklerosis terjadi ketika pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi jantung Anda ke seluruh tubuh (arteri) menjadi tebal dan kaku. Hal ini bisa membatasi aliran darah ke organ dan jaringan tubuh.

Arteri yang sehat fleksibel dan elastis. Namun, seiring berjalannya waktu, dinding arteri bisa mengalami pengerasan. Selain itu, kolesterol dan zat lain dalam dinding arteri (plak), bisa membatasi aliran darah. Selain itu, hal ini bisa berujung pada masalah jantung.

Sementara, Alan Ackermann, dokter ahli jantung di Florida, Amerika Serikat mengatakan, penelitian ini hanya menunjukkan keterkaitan antara dua hal tersebut. Meskipun arteri mengeras terkait dengan waktu tidur, bukan berarti hal tersebut disebabkan oleh durasi yang spesifik.

Selain itu, Ackermann mengatakan, jenis aterosklerosis yang dilaporkan tidak ditemukan di arteri koroner yang memasok darah ke jantung.

Ackermann juga mencatat sebagian besar individu dengan jumlah tidur sedikit memiliki sindrom metabolik yang lebih tinggi. Hal ini terkait dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Menurut Ackermann kemungkinan partisipan mungkin memiliki apnea tidur yang lebih tinggi. Kondisi ini merupakan faktor risiko yang dicurigai untuk penyakit kardiovaskular.

Yang pasti, tidur malam yang baik adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan Anda secara menyeluruh.(liputan6)

KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari