Rupiah Tembus 15.000 per Dolar AS

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Rupiah Tembus 15.000 per Dolar AS

02 October 2018 20:30 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 46 kali
INDOSIANA - Pemerintah akan terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah yang menembus angka 15 ribu per dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini disampaikan oleh menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Ia juga menyebut bahwa pelemahan nilai tukar rupiah tersebut belum berdampak pada sektor perbankan dalam negeri.

"Kita bersama-sama dengan Bank Indonesia dan Menko Perekonomian terus melihat perkembangan rupiah. Bahwa perkembangan ini tentu akan direspons oleh para pelaku ekonomi," ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Sementara di sektor perbankan, dari tiga hal yaitu capital adeqequacy ratio (CAR), nonperforming loan (NPL) dan lending rate perbankan dalam negeri masih mampu melakukan penyesuaian nilai tukar rupiah saat ini.

"Kalau dari sisi perbankan, apakah sektor perbankan kita cukup kuat dan terus akan bisa menyesuaikan dengan nilai Rp 15 ribu ini. Kita lihat dari capital adeqequacy rationya mereka, dilihat dari non performing loan mereka, dilihat dari landing rate mereka, semuanya sampai dengan bulan oktober ini dan tampaknya adjustment terhadap angka Rp15 ribu terjadi secara cukup baik," ujar dia.

Dari sisi makro ekonomi, kata Sri Mulyani, pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kuartal III diperkirakan masih cukup tinggi dengan inflasi yang tetap terjaga.

"Kemarin inflasi mengalami penurunan, deflasi, dan growth dikontribusikan dari sektor konsumsi, investasi dan pada degree terntu adalah ekspor dan belanja pemerintah yang saya sampaikan tumbuh 8 persen bisa memberikan kontribusi yang bagus," kata dia.

Namun, Sri Mulyani memastikan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia akan menggunakan instrumen yang dimiliki untuk mengendalikan pergerakan nilai tukar rupiah.

"Saya melihat ini suatu tingkat yang harus kita lihat secara seksama. Namun juga saya harus melihat adjustment atau penyesuaian terhadap level normalisasi dari kebijakan moneter Amerika yang berdampak terhadap rupiah, bisa berjalan cukup baik. Dan kita berharap penyesuaian ini bisa muncul tetap indikator-indikator perekonomian bisa jaga secara baik," ujar dia.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan hingga tembus 15.025 per dolar AS pada perdagangan Selasa ini. Angka ini melemah dalam jika dibandingkan dengan pembukaan perdagangan yang ada di angka 14.945 per dolar AS.

Rupiah diperdagangkan di posisi yang lebar yaitu 14.945 per dolar AS hingga 15.025 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 10,84 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok 14.988 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 14.905 per dolar AS.(liputan6)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari