Warga Palu Dievakuasi Menggunakan KRI

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Warga Palu Dievakuasi Menggunakan KRI

01 October 2018 21:27 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 123 kali

INDOSIANA - Pasca gempa 7,4 magnitudo dan tsunami pada Jumat (28/9/2019) di Palu, pemerintah akan menyediakan angkutan untuk mengevakuasi warga yang ingin keluar dari kota tersebut.

Tidak hanya hercules milik TNI, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, akan ada kapal besar milik TNI AL yang akan membantu evakuasi.

"Kalau tidak dengan hercules karena orangnya banyak, akan diangkut dengan KRI dari Makassar yang akan merapat di sana," ujar Wiranto dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (1/9/2018) dilansir dari kompas.

Mantan Panglima ABRI itu mengatakan, KRI yang akan merapat ke perairan Palu memiliki kapasitas angkut hingga 1.000 penunggang.  Sehingga sekali jalan kapal bisa membawa 1.000 orang.

Wiranto akan berkoordinasi dengan komandan satgas bencana di Palu dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyediakan angkutan khusus ke pelabuhan setempat.

Rencana evakuasi menggunakan KRI tersebut sudah disampaikan kepada warga yang berkumpul di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu. Manurut Wiranto sekitar 3.000 orang yang berada di bandara pada Senin pagi. Mereka datang ke bandara untuk menumpang pesawat hercules milik TNI agar bisa keluar dari Kota Palu.

"Tetapi jumlahnya besar ya antara yang ingin ikut dengan pesawatnya sangat tidak seimbang. Walaupun kita sudah dipersilahkan uNTUK tetapi teratur, tetapi makin lama makin banyak," kata Wiranto.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, ada sekitar 3.000-5.000 orang berkumpul di bandara untuk naik ke hercules. Akibatnya, operasional pesawat yang membawa logistik dan personel itu sempat terhenti.

Namun siang tadi kata Panglima, masalah sudah selesai dan pesawat udah bisa beroperasi lagi. Adapun TNI akhirnya hanya memprioritaskan warga yang sakit untuk naik ke hercules. Sementara itu untuk sisanya, akan ada kapal milik PT Pelni yang juga akan merapat ke Palu dan bisa digunakan untuk evakuasi warga.(kompas)


KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)