Tidak Hanya DBD, Gigitan Nyamuk Juga Tularkan Kaki Gajah

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Tidak Hanya DBD, Gigitan Nyamuk Juga Tularkan Kaki Gajah

25 September 2018 15:51 | • Wartawan : redaksi • Editor : Andrico Putra • Dibaca : 98 kali

INDOSIANA - Jangan pernah meremehkan apapun jenis gigitan nyamuk. Tidak hanya menyebabkan penyakit demam berdarah atau malaria, tetapi juga bisa menyebabkan penyakit kaki gajah.

Kaki gajah atau dalam dunia medis disebut filariasis adalah penyakit menular. Penularannya bukan dari manusia ke manusia, melainkan ditularkan oleh cacing filaria yang sangat kecil yang ada di dalam nyamuk.

"Nyamuk yang ada larvanya, larva stadium 3 tembus kulitmu. Larva itu bergerak menuju sistem saluran getah bening. Sampai kelenjar getah bening dia akan di situ sampai jadi cacing dewasa," jelas dr Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Ditjen P2P Kemenkes dalam acara temu media dalam rangka 'Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA)' di gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Selasa (25/9/2018) dikutip dari detik.

"Dari yang gede menghasilkan yang kecil-kecil micro filaria. Yang kecil masuk ke darah. Terus nanti bisa masuk ke nyamuk," lanjutnya.

Dr Jane menyebutkan ada sekitar 23 spesies nyamuk yang bisa menularkan cacing filaria tersebut, termasuk nyamuk A. aegypti dan Anopheles.

Sedangkan ada tiga jenis cacing yang dapat mengakibatkan kaki gajah, yaitu W. bancrofti, B. malayi, dan B. timori. Yang bisa menyebabkan filariasis kronis yaitu W. bancrofti karena bisa menyebabkan pembengkakan di seluruh bagian tubuh.

"Kalau malayi yang kena tungkai bawah saja, nah kalau brancofti ini bisa kemana-mana, bahkan ke skrotum dan payudara," tegas dr Jane.

Maka dari itu, dr Jane menyarankan untuk menggunakan lotion/sprat anti nyamuk setiap hari dan bahkan tidak ada salahnya menggunakan kelambu saat tidur.(detik)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Sumatera Barat
Internasional
Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Riau
Papua Barat
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Maluku
Lampung
Kepulauan Riau
Bangka Belitung
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Barat
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Jambi
Gorontalo
Bengkulu
Banten
Jakarta
Bali
Papua
Sumatera Utara
Aceh
Nasional

Terbaru

Terpopular

Dikomentari