Ini Penyebab Stroke Yang Paling Berbahaya

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Ini Penyebab Stroke Yang Paling Berbahaya

22 September 2018 14:26 | • Wartawan : redaksi • Editor : Laura Renalsi • Dibaca : 46 kali
INDOSIANA - Stroke biasanya disebabkan oleh hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes dan gangguan irama jantung yang memicu penyumbatan pembuluh darah. Namun, diantara ketiga penyebab tersebut, gangguan irama jantung (aritmia fibrilasi) yang paling berbahaya.

Mohammad Kurniawan, dokter spesialis saraf menyebutkan stroke yang dipicu gangguan irama jantung berkaitan dengan sumbatan ada pembuluh darah otak.

"Sumbatan terjadi di pembuluh darah besar. Bekuan darah yang terbentuk di jantung mengalir ke pembuluh darah leher (karotis). Kemudian dari leher masuk ke otak. Di otak, pembuluh darah akan makin ke ujung (menuju otak), makin kecil (ukurannya)," jelas Kurniawan usai talkshow penanganan stroke di Jakarta Pusat, dilansir dari liputan6, Sabtu (22/9/2018).

Ketika pembuluh darah makin kecil, bekuan darah pun terhenti dan tidak bisa mengalir ke otak. Bekuan darah itu menyumbat di pembuluh darah besar.

Gangguan irama jantung umumnya bekuan darah menyumbat pada pembuluh darah besar di otak pasien. Saat pembuluh darah besar di otak tersumbat, pembuluh darah kecil lainnya tidak mendapatkan aliran darah.

"Yang terjadi selanjutnya adalah sel otak yang mati lebih banyak," jelas Kurniawan.

Berbeda bila penyumbatan terjadi pada pembuluh darah kecil. Sel otak yang mati tidak banyak karena pembuluh darah lainnya masih mendapat aliran darah dari pembuluh darah besar.

"Kalau sel otak yang mati banyak akan menyebabkan kematian dan kecacatan permanen," ujar Kurniawan, yang berpraktik di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta ini.(liputan6)


KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)