Bayi Bermata Satu Divonis Hidup Sampai 3 Hari

Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
Indosiana.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Bayi Bermata Satu Divonis Hidup Sampai 3 Hari

14 September 2018 15:08 | • Wartawan : redaksi • Editor : • Dibaca : 67 kali

INDOSIANA - Warga Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara dikejutkan dengan kelahiran bayi bermata satu. Bayi tersebut berjenis kelamin perempuan yang lahir melalui operasi cesar.

Syarifuddin Nasution Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina, mengatakan bayi tersebut lahir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan, pada Kamis, 13 September 2018, sekitar pukul 15.25 WIB.

"Kita sudah melakukan pengecekan. Tapi, belum sempat menemui orangtuanya, karena masih syok," kata Syarifuddin.

Syarifuddin menjelaskan bahwa kondisi bayi tersebut saat ini sangat memprihatinkan. Ia lahir dengan kondisi tidak memiliki hidung dan bermata satu, sedangkan organ tubuh lainnya lengkap.

"Saat ini pihak rumah sakit telah memasang selang oksigen dari mulut bayi," ungkapnya

Berdasarkan keterangan dokter yang melakukan penanganan terhadap bayi, harapan hidup bayi bermata satu sangat kecil. Apalagi kondisi yang dialami bayi termasuk dalam kasus yang sangat langka.

"Kasus-kasus sebelumnya, satu sampai tiga hari. Tadi dokter bilang, lima jam saja sudah syukur. Kondisi umumnya, bayi mengalami gangguan pernafasan dan jatung. Denyut jantung di bawah 100," kata Syarifuddin menjelaskan.

Diduga penyebab lahirnya bayi bermata satu ini karena terpapar merkuri dan obat-obatan. Orangtua bayi tinggal di Kelurahan Kayu Jati, Kecamatan Panyabungan Kota, bekerja di salah satu tambang yang diduga ilegal.

"Orangtua bayi itu warga perantau dari Pulau Jawa. Kita menduga terkena virus," ungkapnya.

Dilansir dari liputan6, bayi malang itu merupakan anak kelima yang dilahirkan oleh seorang ibu berinisial S. Saat dilahirkan, bayi memiliki berat 2400 gram.

Syarifuddin mengaku, sepengetahuannya kejadian seperti ini tergolong langka, dan merupakan kasus ke-7 yang terjadi di dunia. Sebelum di Panyabungan, kasus yang sama pernah terjadi di negara Mesir.

"Kita masih sulit mendapat informasi, karena keluarga bayi masih tertutup," ujarnya.

Rencananya, jika kondisi bayi dalam keadaan stabil, bayi akan dirujuk ke Kota Medan, berjarak kurang lebih 515 kilometer, dengan jarak tempuh 12 jam. Namun melihat kondisi bayi yang diprediksi bertahan satu sampai tiga hari, memunculkan berbagai pertimbangan.

"Takutnya di jalan nanti. Karena dari keterangan dokter, kondisi bayi kemungkinan hanya bertahan hidup 1 sampai 3 hari," Syarifuddin menerangkan.

Pihak rumah sakit masih melakukan perawatan intensif. Setiap 15 menit sekali, bayi dicek kondisinya.(liputan6)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)